Berita Bola – Paris Saint-Germain ternyata pernah datang membawa proposal fantastis untuk memboyong Lamine Yamal. Nominalnya bikin geleng-geleng kepala: 250 juta euro atau nyaris Rp 5 triliun. Namun tawaran itu disebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Barcelona.
Fakta tersebut diungkap Joan Laporta dalam bukunya yang berjudul Aixi hem salvat el Barca (Begini Cara Kami Menyelamatkan Barca). Buku itu diluncurkan di tengah agenda kampanyenya yang kembali mencalonkan diri sebagai presiden klub.
Tawaran Fantastis yang Ditolak Tanpa Ragu
Dalam tulisannya, Laporta mengisyaratkan bahwa keputusan menolak proposal PSG sempat membuat sebagian orang heran. Ia menyebut ada pihak yang menganggap langkah tersebut terlalu berani, bahkan terkesan nekat.
Namun bagi Laporta, mempertahankan identitas Barcelona jauh lebih penting daripada sekadar menerima uang besar. Ia menekankan bahwa klub selalu berdiri di atas filosofi pengembangan pemain muda, dan Yamal dianggap simbol era baru tersebut.
PSG memang diketahui memantau Yamal dalam dua musim terakhir. Ketertarikan klub asal Prancis itu bukan tanpa alasan, mengingat sang pemain sudah menunjukkan kualitas luar biasa meski usianya masih sangat muda.
Era Baru Dimulai dari Yamal
Lamine Yamal menjalani debut bersama tim utama Barcelona saat masih berusia 15 tahun. Kini di usia 18 tahun, namanya sudah menjadi sorotan di level Eropa. Kepercayaan yang diberikan klub membuktikan bahwa ia bukan sekadar talenta biasa.
Laporta menggambarkan Yamal sebagai fondasi penting masa depan Barcelona. Ia menilai proyek jangka panjang klub akan bertumpu pada pemain-pemain hasil pembinaan sendiri, dan Yamal menjadi wajah paling menonjol dari generasi tersebut.
Keputusan menolak tawaran 250 juta euro dinilai sebagai pesan tegas bahwa Barcelona tidak ingin kehilangan permata akademinya hanya karena iming-iming dana besar.
Kontrak Panjang dan Nilai Pasar Selangit
Sebagai bentuk komitmen, Barcelona telah memperpanjang kontrak Yamal hingga musim panas 2031. Langkah itu mempertegas bahwa klub benar-benar ingin membangun tim di sekelilingnya.
Nilai pasar Yamal saat ini dilaporkan sudah menyentuh angka 200 juta euro atau sekitar Rp 3,9 triliun. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain muda dengan valuasi tertinggi di dunia.
Penolakan terhadap tawaran PSG bisa dilihat sebagai strategi jangka panjang. Barcelona tampaknya tak ingin mengulangi kesalahan masa lalu ketika kehilangan bintang di usia muda.
Dengan usia yang masih belia dan potensi yang terus berkembang, Lamine Yamal diproyeksikan menjadi ikon baru Camp Nou. Jika performanya terus menanjak, keputusan Laporta menolak hampir Rp 5 triliun itu bisa jadi akan dikenang sebagai salah satu langkah paling visioner dalam sejarah modern Barcelona.


