Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Juventus dan Misi Bangkit di Liga Champions

Arenabetting – Perjalanan Juventus di UEFA Champions League dalam beberapa tahun terakhir bisa dibilang jauh dari kata memuaskan. Klub raksasa asal Turin itu seperti kehilangan taji di panggung Eropa. Sejak musim 2018/2019, langkah terjauh Bianconeri hanya sampai babak perempatfinal. Setelah itu, kisahnya lebih sering berakhir cepat dari yang diharapkan para tifosi.

Musim ini, Juventus kembali dihadapkan pada ujian berat. Mereka harus melewati babak play-off 16 besar dengan menghadapi Galatasaray. Leg pertama digelar di Ali Sami Yen Sports Complex RAMS Park, markas Galatasaray, sebelum gantian Juventus yang menjadi tuan rumah pada leg kedua sepekan berikutnya.

Rekor Kurang Meyakinkan

Kalau melihat catatan pertemuan, situasinya juga tidak terlalu bersahabat untuk Juventus. Dalam enam duel terakhir di Liga Champions melawan Galatasaray, Si Nyonya Tua hanya mampu meraih satu kemenangan. Tiga laga berakhir imbang dan dua lainnya berujung kekalahan. Statistik ini jelas jadi alarm bahaya.

Selain itu, tren performa Juventus di fase gugur juga belum stabil. Setelah musim 2018/2019 berakhir di perempatfinal, mereka lebih sering tersingkir di babak 16 besar. Bahkan musim lalu, Juventus harus angkat koper lebih cepat setelah disingkirkan PSV Eindhoven di play-off menuju 16 besar.

Pada musim 2023/2024, Juventus bahkan tidak tampil di Liga Champions karena menjalani sanksi. Sementara di musim 2022/2023, mereka gagal melaju ke fase gugur setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup H. Tiga musim sebelumnya, yakni 2019/2020, 2020/2021, dan 2021/2022, langkah mereka juga selalu terhenti di babak 16 besar.

Tantangan untuk Spalletti

Pelatih Luciano Spalletti memahami betul tekanan yang ada. Ia menyampaikan bahwa timnya sadar betapa beratnya tantangan yang akan dihadapi. Menurutnya, Galatasaray adalah tim kuat dengan atmosfer kandang yang terkenal panas, sehingga Juventus harus datang dengan kesiapan penuh dan rasa percaya diri yang tepat.

Spalletti juga menilai bahwa anak asuhnya layak berada di fase ini, namun tetap perlu kerja ekstra agar bisa melangkah lebih jauh. Ia disebut menekankan pentingnya fokus, disiplin, dan mentalitas dalam dua leg yang menentukan tersebut.

Saatnya Putus Tren Negatif

Bagi Juventus, duel ini bukan sekadar soal lolos ke babak berikutnya. Ini tentang memutus tren negatif dan mengembalikan reputasi sebagai salah satu kekuatan besar Eropa. Para pendukung tentu berharap tim kesayangannya bisa menunjukkan karakter dan konsistensi yang selama ini hilang.

Apakah Juventus mampu menjawab tantangan dan membalikkan tren buruk di Liga Champions? Semua akan ditentukan dalam dua laga krusial melawan Galatasaray.