Arenabetting – Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank pada Rabu (11/2/2026). Keputusan ini diambil menyusul penurunan performa yang terus berlangsung dan hasil buruk di Liga Inggris musim ini. Spurs saat ini terjebak di peringkat 16 dengan 29 poin, hanya lima poin di atas zona degradasi. Dari 17 laga yang dijalani, mereka hanya meraih dua kemenangan, enam imbang, dan sembilan kekalahan.
Penurunan Performa dan Kekurangan Taktik
Para pemain menilai gaya permainan Thomas Frank terlalu terbatas. Taktiknya yang mengandalkan pertahanan rapat, umpan panjang, dan serangan balik dinilai lebih cocok untuk klub-klub kecil. Banyak yang merasa pendekatan itu tidak sejalan dengan ambisi Tottenham sebagai klub besar di Liga Inggris.
Kritik muncul terutama dari ketidakmampuan Frank mengubah permainan saat tim tertinggal. Para pemain merasa instruksi pelatih tidak mampu memacu energi tim, sehingga performa lapangan kerap datar dan kurang agresif. Hasilnya, Spurs kesulitan bersaing melawan tim papan tengah dan bawah.
Perbandingan dengan Manajer Sebelumnya
Beberapa pemain membandingkan kepemimpinan Frank dengan manajer sebelumnya, Ange Postecoglou. Mereka menilai meski Postecoglou tidak sempurna, tim menghormati karismanya dan mendengarkan instruksi dengan penuh disiplin. Sebaliknya, di bawah Frank, pemain dinilai lebih santai dan tidak sepenuhnya patuh pada strategi pelatih.
Kehilangan rasa hormat ini membuat kontrol Frank atas tim melemah. Sumber internal klub menyebut, motivasi dan antusiasme pemain menurun sejak awal musim. Para pemain hanya fokus menjalankan tugas minimal, tanpa dorongan ekstra yang biasanya dihasilkan oleh seorang pelatih yang inspiratif.
Rekor Buruk dan Poin Terendah
Selain kritik soal gaya bermain, statistik juga menunjukkan kelemahan Frank. Selama menukangi Spurs, ia hanya mencatatkan rata-rata 1,12 poin per pertandingan, terendah dibanding manajer yang memimpin lebih dari lima laga. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu manajer dengan performa terburuk dalam sejarah Tottenham, menambah tekanan untuk klub segera mengambil keputusan.
Dengan pemecatan Frank, Tottenham kini menatap perubahan demi memperbaiki posisi di klasemen dan menghindari ancaman degradasi. Keputusan ini diharapkan bisa memberikan dorongan baru bagi para pemain, sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang lebih efektif di sisa musim Liga Inggris.


