Arenabetting – Vinicius Junior kembali jadi pusat perhatian setelah membantu Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan atas Real Sociedad di lanjutan La Liga. Dalam laga itu, Vinicius mencetak dua gol lewat titik penalti yang membuka jalan Madrid mengamankan tiga poin.
Dua gol tersebut terasa istimewa karena bukan sekadar menambah pundi-pundi gol pribadi. Momen itu menggenapkan catatan kontribusi gol Vinicius bersama Madrid menjadi 200 di semua ajang. Catatan ini lahir dari kerja panjang selama ratusan pertandingan, naik-turun performa, sampai proses pendewasaan di level tertinggi.
Angka Bicara, Peran Lebih Besar
Secara statistik, Vinicius kini sudah mengoleksi 114 gol dan 84 assist untuk Madrid dari 356 penampilan. Angka-angka ini menempatkannya di jajaran pemain kunci klub dalam beberapa musim terakhir, bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga pemberi umpan yang memanjakan lini depan.
Namun kontribusinya tidak berhenti di papan skor. Vinicius kerap membuka ruang lewat tusukan cepat, menarik dua hingga tiga pemain lawan, lalu menciptakan celah untuk rekan setimnya. Dalam banyak laga, efek kehadirannya terasa bahkan ketika namanya tidak tercatat sebagai pencetak gol.
Kepercayaan Pelatih Jadi Bahan Bakar
Pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, menilai performa Vinicius menunjukkan tren positif sejak pergantian pelatih dari Xabi Alonso. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Vinicius menyumbang empat gol dan tiga assist, menandakan perannya semakin matang di sepertiga akhir lapangan.
Arbeloa melihat Vinicius bukan sekadar pemain yang mengejar angka. Menurutnya, sang winger punya kemampuan untuk mengubah ritme laga, entah lewat dribel berani, pergerakan tanpa bola, atau keberanian mengambil keputusan di momen krusial. Inilah tipe pemain yang dicari tim besar saat pertandingan berjalan buntu.
Sosok Penting di Dalam dan Luar Lapangan
Di luar lapangan, Vinicius juga disebut sebagai figur yang membawa energi positif ke ruang ganti. Ia dinilai mudah berbaur, mau mendengar masukan, dan tetap lapar prestasi meski sudah mencatatkan pencapaian besar. Sikap ini membantu menjaga atmosfer tim tetap sehat di tengah tekanan tinggi khas Madrid.
Dengan usia yang masih 25 tahun, cerita Vinicius di Madrid jelas belum mendekati garis akhir. Jika konsistensinya terjaga, bukan tak mungkin angka 200 ini hanya menjadi salah satu penanda kecil dari perjalanan panjangnya bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.


