Arenabetting – Arsenal harus puas membawa pulang satu poin saat menghadapi Brentford di Gtech Community Stadium, Jumat dini hari WIB. Laga yang berakhir imbang 1-1 itu membuat sorotan tertuju pada penampilan Eberechi Eze, rekrutan baru Arsenal yang baru saja direkrut dari Crystal Palace pada musim panas lalu.
Eze memulai pertandingan sebagai starter, tetapi ia hanya bermain selama babak pertama. Arsenal sempat unggul lewat gol Noni Madueke di menit ke-61, namun keunggulan itu cepat disamakan oleh Keane Lewis-Potter. Performa Eze di lapangan dinilai kurang maksimal karena kontribusinya selama 45 menit pertama belum memberi dampak berarti bagi tim.
Eze Digantikan Odegaard
Memasuki babak kedua, Eze digantikan oleh Martin Odegaard. Keputusan pelatih Mikel Arteta ini mendapat pemahaman dari sejumlah pihak, termasuk eks striker Inggris, Peter Crouch. Ia menilai Eze kesulitan menguasai bola dan mengatur alur permainan sesuai rencana Arsenal.
Selain itu, dari sisi defensif, Eze dinilai tidak seefektif Odegaard. Pergerakan gelandang 27 tahun itu di lapangan juga dianggap kurang cepat. Crouch menambahkan bahwa penampilan Eze mengecewakan karena pemain tersebut jarang menyentuh bola dan gagal memberikan pengaruh signifikan pada permainan tim.
Statistik Menunjukkan Penurunan
Di babak pertama, Eze tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 17 kali. Angka ini cukup rendah dibanding ekspektasi untuk gelandang kreatif yang diharapkan bisa memimpin serangan dan menciptakan peluang. Penampilan melawan Brentford juga menandai penurunan performa Eze setelah sebelumnya tampil impresif dengan hat-trick ke gawang Tottenham Hotspur pada November lalu.
Sejak hat-trick itu, Eze belum mencetak gol atau assist di Premier League. Hal ini membuat tekanan meningkat bagi gelandang Inggris tersebut, yang diharapkan bisa menjadi motor kreativitas lini tengah Arsenal.
Tantangan Eze ke Depan
Situasi ini menjadi ujian bagi Eze untuk membuktikan diri di Arsenal. Dengan persaingan ketat di tim, ia perlu cepat menyesuaikan diri dengan strategi Mikel Arteta dan meningkatkan kontribusi di setiap laga. Peluang untuk bangkit masih terbuka, terutama di sisa musim di mana Arsenal berupaya mempertahankan posisi di papan atas klasemen Premier League.
Jika Eze bisa menunjukkan performa maksimal, peranannya di lini tengah Arsenal bakal makin vital. Sebaliknya, jika penurunan terus berlanjut, pemain berusia 27 tahun itu harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelatih dan penggemar.


