Arenabetting – Derby d’Italia selalu menjadi sajian panas di Liga Italia, dan laga antara Inter Milan melawan Juventus pada Minggu (15/2/2026) dinihari WIB diprediksi bakal seru. Kedua tim dikenal sebagai mesin gol musim ini. Inter memuncaki klasemen dengan 58 poin, sedangkan Juventus menempel di peringkat empat dengan selisih 12 poin. Dari statistik di atas kertas, laga ini bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga duel ketajaman serangan kedua tim.
Musim ini, Inter Milan terlihat sangat konsisten setelah pergantian tahun. La Beneamata berhasil meraih tujuh kemenangan dan satu kali imbang dari delapan pertandingan liga terakhir. Momentum positif ini menjadi modal penting menghadapi Juventus. Pada pertemuan pertama Derby d’Italia di Turin pada September lalu, Juventus keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Hal ini membuat Inter ingin membalas kekalahan tersebut di kandang sendiri, dan Lautaro Martinez bersama rekan-rekannya diperkirakan akan tampil penuh motivasi.
Serangan Inter dan Juventus yang Mematikan
Produktivitas gol Inter musim ini memang luar biasa. Dari 24 pertandingan, mereka sudah mencetak 57 gol, yang tertinggi di Liga Italia. Juventus pun tidak kalah tajam dengan catatan 41 gol, hanya kalah dari Inter. Hal ini menunjukkan bahwa penggemar bisa berharap banyak peluang emas dan serangan berbahaya dari kedua tim, sehingga laga diperkirakan akan menjadi adu kreativitas lini depan.
Statistik tambahan dari Opta memperlihatkan bahwa Inter dan Juventus paling aktif memainkan bola di kotak penalti lawan. Inter mencatatkan 837 sentuhan di area berbahaya, sedangkan Juventus 784. Begitu pula percobaan mengarah ke gawang, Inter mencatatkan 151 percobaan dan Juventus 146. Angka-angka ini menunjukkan bahwa laga kemungkinan besar akan dipenuhi peluang dan gol, yang tentunya akan memanjakan penggemar di stadion maupun penonton di rumah.
Pandangan Mantan Pemain
Menurut mantan pemain Liga Italia, Mirko Antenucci, kedua tim memiliki karakter yang berbeda tetapi sama-sama berbahaya. Ia menilai Inter memiliki serangan yang lebih kuat dan lengkap, sedangkan Juventus memiliki kekompakan tim yang tinggi. Antenucci juga mengamati bahwa hanya satu pemain Inter yang berhasil mencetak dua digit gol hingga medio Februari, dan hal ini menjadi statistik yang menarik.
Selain itu, Juventus mengandalkan kombinasi pemain berbakat dan soliditas tim. Pemain seperti Yildiz dan McKennie menjadi motor serangan yang efektif. Antenucci menilai komposisi ini membuat Juventus lebih berbahaya dibanding pertemuan pertama dengan Inter.
Laga yang Menentukan
Pertemuan di Giuseppe Meazza bukan hanya tentang tiga poin semata, tetapi juga gengsi dan momentum. Inter ingin membalas kekalahan sebelumnya, sedangkan Juventus ingin membuktikan kekuatan konsistensi mereka. Dengan kedua tim yang memiliki serangan tajam, peluang gol besar, dan pemain kreatif di lini depan, Derby d’Italia diperkirakan akan menjadi laga yang mendebarkan hingga menit terakhir. Penggemar dapat bersiap menyaksikan hujan gol serta drama panas khas sepak bola Italia.


