Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Harga Selangit Bikin Real Madrid Urung Kejar Vitinha

Arenabetting – Real Madrid kabarnya sempat naksir berat pada Vitinha untuk memperkuat lini tengah musim panas nanti. Bukan tanpa alasan. Madrid lagi cari sosok gelandang yang bisa jadi pengatur tempo sekaligus mesin kerja di lapangan tengah. Nama Vitinha muncul karena profilnya dinilai pas dengan gaya main Los Blancos yang butuh kontrol, progresi bola, dan kecerdasan taktik.

Di atas kertas, transfer ini terlihat seksi. Vitinha punya kualitas teknik, stamina, dan visi yang cocok dengan kebutuhan Madrid yang ingin lini tengahnya tetap dominan. Tapi sepak bola modern bukan cuma soal cocok-cocokan di lapangan. Ada faktor harga, kontrak, dan kepentingan klub pemilik yang sering bikin rencana indah mentok di meja negosiasi.

PSG Nggak Niat Buka Pintu

Paris Saint-Germain memosisikan Vitinha sebagai tulang punggung permainan. Di mata klub, gelandang asal Portugal itu bukan sekadar pemain inti, tapi fondasi ritme tim. Jadi wajar kalau PSG cenderung ogah membuka pintu, apalagi untuk klub raksasa pesaing di Eropa.

Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, peluang transfer ini tipis sejak awal. Bukan karena Madrid kurang meyakinkan, tapi karena PSG memang tidak punya urgensi melepas Vitinha. Proyek jangka panjang lebih penting ketimbang uang cepat.

Kontrak Panjang, Prestasi Panjang

Vitinha masih terikat kontrak sampai 2029. Kontrak panjang seperti ini bikin posisi tawar PSG sangat kuat. Klub bisa santai menunggu tawaran, sementara peminat yang datang harus siap mengajukan angka yang bikin kaget.

Dari sisi prestasi, Vitinha juga bukan pemain biasa. Ia sudah merasakan banyak trofi bersama PSG dan tampil konsisten di laga-laga besar. Catatan gol dan assist-nya untuk ukuran gelandang tergolong produktif. Inilah yang bikin nilainya di pasar terus naik dan sulit dijangkau.

Harga Pasar yang Bikin Mundur Teratur

Nilai pasar Vitinha tembus ratusan juta euro. Angka segini otomatis bikin klub peminat berpikir dua kali. Real Madrid memang punya kekuatan finansial, tapi mereka juga dikenal rasional dalam belanja pemain. Menghabiskan dana besar untuk satu nama bisa mengganggu rencana belanja di posisi lain.

Belum lagi faktor kenyamanan sang pemain di Paris. Ia disebut sudah betah dan merasa cocok dengan pendekatan pelatih Luis Enrique. Kalau pemainnya saja tidak kepikiran hengkang, negosiasi makin rumit. Alhasil, Madrid mulai realistis dan mengalihkan radar ke target lain seperti Alexis Mac Allister, Kees Smit, atau opsi memulangkan Nico Paz.