Arenabetting – Jabatan manajer di Nottingham Forest layak disebut salah satu yang paling rawan di Premier League musim ini. Baru berjalan satu musim, sudah tiga pelatih yang harus angkat kaki. Terbaru, Sean Dyche resmi menjadi korban berikutnya dari kerasnya tekanan di City Ground.
Nottingham Forest mengumumkan pemecatan Sean Dyche pada Kamis dini hari WIB. Keputusan ini diambil tak lama setelah Forest ditahan imbang tanpa gol oleh Wolverhampton Wanderers, tim yang saat itu masih terpuruk di dasar klasemen.
Sean Dyche Bertahan Singkat
Dyche sejatinya baru seumur jagung menangani Forest. Ia hanya memimpin tim selama 114 hari sebelum akhirnya dilepas. Saat ditinggalkan, Forest berada di posisi ke-17 klasemen Premier League dengan koleksi 27 poin, hanya terpaut tiga angka dari zona degradasi.
Hasil tersebut dianggap belum cukup aman bagi manajemen klub. Tekanan untuk menjauh dari ancaman turun kasta membuat Forest kembali mengambil keputusan ekstrem. Dyche pun harus menerima nasib pahit, meski performa tim belum sepenuhnya anjlok.
Sudah Tiga Manajer Jadi Korban
Pemecatan Dyche membuat Forest mencatat rekor tak mengenakkan. Ia menjadi manajer ketiga yang dipecat klub pada musim Premier League 2025/2026. Sebelumnya, dua nama besar sudah lebih dulu tumbang.
Manajer pertama yang kena getah adalah Nuno Espirito Santo. Ia dipecat pada 9 September 2025 dan menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaan di Liga Inggris musim ini. Kepergiannya disebut dipicu konflik internal dengan pemilik klub, Evangelos Marinakis.
Nuno kala itu menilai kebijakan transfer klub tidak sejalan dengan kebutuhannya. Ia juga menganggap skuad Forest belum siap bersaing di Premier League, pernyataan yang rupanya tidak diterima manajemen.
Postecoglou Tak Bertahan Lama
Setelah Nuno, Forest menunjuk Ange Postecoglou sebagai pengganti. Namun, harapan akan stabilitas justru tak terwujud. Postecoglou hanya bertahan kurang dari dua bulan di City Ground.
Selama masa kepemimpinannya, Forest gagal meraih kemenangan dalam delapan laga. Kekalahan telak 0-3 dari Chelsea di kandang sendiri menjadi titik akhir. Manajemen kembali bergerak cepat dan menunjuk Dyche sebagai penyelamat, yang ternyata juga bernasib sama.
Forest dan Dilema Kursi Panas
Pergantian manajer yang terlalu cepat membuat Nottingham Forest kini berada dalam dilema. Di satu sisi, klub ingin bertahan di Premier League. Di sisi lain, keputusan instan justru membuat tim sulit menemukan stabilitas.
Dengan tiga manajer tumbang dalam satu musim, tekanan kini bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga soal arah jangka panjang klub. Siapa pun pelatih berikutnya, satu hal pasti: kursi manajer Nottingham Forest masih jauh dari kata aman.


