Arenabetting – Cole Palmer identik dengan selebrasi “cold” yang ikonik, gestur menyilangkan tangan seolah kedinginan. Namun belakangan, sorotan ke arah bintang muda Chelsea ini bukan cuma soal gaya selebrasi, melainkan juga sumber golnya yang makin sering datang dari titik putih.
Pada laga Chelsea kontra Leeds United di Stamford Bridge, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB, Palmer ikut menyumbang gol saat The Blues ditahan imbang 2-2. Chelsea sempat unggul dua gol lebih dulu, tetapi keunggulan itu terbuang hingga pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Gol Penalti Lagi, Selebrasi Tetap Ikonik
Gol Palmer tercipta pada menit ke-58 melalui eksekusi penalti yang dieksekusi dengan tenang. Bola mengarah akurat ke gawang Leeds United dan kembali menegaskan status Palmer sebagai algojo andalan Chelsea. Seusai mencetak gol, selebrasi “cold” kembali diperagakan, menjadi ciri khas yang kini melekat kuat pada dirinya.
Gol tersebut memperpanjang catatan Palmer sebagai pencetak gol penalti musim ini. Dari total delapan gol yang ia bukukan di Liga Inggris 2025/2026, lima di antaranya datang dari titik dua belas pas. Angka ini membuat kontribusinya terlihat cukup timpang jika dibandingkan dengan gol dari permainan terbuka.
Peluang Emas yang Gagal Berbuah Gol
Menjelang pertandingan berakhir, Palmer sebenarnya punya peluang sempurna untuk mencetak gol kemenangan. Ia mendapat bola di depan gawang kosong dalam situasi tap-in yang sangat menguntungkan. Sayangnya, sepakan pemain berusia 23 tahun itu justru melambung di atas mistar.
Kegagalan tersebut terasa menyesakkan karena Chelsea kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Momen itu juga menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa Palmer masih punya pekerjaan rumah dalam urusan penyelesaian akhir dari open play.
Statistik Menarik, Fans Ikut Bereaksi
Secara statistik, Palmer sudah mencatat delapan gol dari 15 laga liga. Yang menarik, lima dari enam gol terakhirnya di Liga Inggris dicetak lewat penalti. Bahkan saat Chelsea menang 3-1 atas Wolverhampton Wanderers, Palmer mencetak dua gol dari titik putih.
Kondisi ini memicu beragam reaksi dari fans di media sosial. Sebagian menilai Palmer sangat dingin dan efektif saat mengeksekusi penalti, tetapi masih kurang tajam saat peluang datang dari permainan terbuka. Kritik tersebut muncul karena ekspektasi tinggi terhadap peran Palmer sebagai kreator sekaligus finisher.
Masih Muda, Potensi Masih Besar
Di usianya yang masih 23 tahun, Cole Palmer jelas masih dalam tahap perkembangan. Kepercayaan diri sebagai eksekutor penalti adalah modal besar, namun meningkatkan efektivitas gol dari open play akan membuat permainannya jauh lebih komplet.
Bagi Chelsea, Palmer tetap aset penting. Jika ketajamannya dari permainan terbuka bisa menyusul, selebrasi “cold” miliknya akan semakin sering terlihat, bukan hanya setelah penalti, tetapi juga dari gol-gol krusial yang lahir dari permainan hidup.

