Arenabetting – Laga semifinal Carabao Cup antara Chelsea dan Arsenal ternyata sudah panas bahkan sebelum bola ditendang. Manajer Chelsea, Liam Rosenior, tampak meluapkan emosinya jelang leg kedua di Emirates Stadium. Ia menilai Arsenal tidak menunjukkan sikap saling menghormati, sesuatu yang menurutnya cukup mengganggu persiapan timnya.
Panas Sejak Pemanasan
Pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup digelar di markas Arsenal pada Kamis dini hari WIB. Chelsea datang dengan misi berat setelah kalah 2-3 di leg pertama di Stamford Bridge. Tekanan tinggi sudah terasa sejak sesi pemanasan.
Dalam momen tersebut, Rosenior terlihat marah kepada sejumlah pemain Arsenal. Ia merasa beberapa pemain The Gunners melakukan pemanasan hingga masuk ke area lapangan yang seharusnya menjadi zona Chelsea. Situasi itu dianggap mengganggu konsentrasi para pemainnya sebelum laga krusial.
Rosenior menilai ada etika tidak tertulis dalam sepakbola yang seharusnya dijaga, termasuk soal batas area pemanasan. Menurutnya, masing-masing tim semestinya tetap berada di wilayahnya sendiri agar tidak saling mengganggu.
Chelsea Gugur di Emirates
Ketegangan sebelum laga ternyata berlanjut hingga pertandingan usai. Chelsea kembali harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor tipis 0-1. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Kai Havertz di akhir injury time, sebuah momen yang terasa menyakitkan bagi The Blues.
Hasil ini membuat Chelsea tersingkir dengan agregat 2-4, sekaligus memastikan Arsenal melangkah ke final Carabao Cup. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Chelsea, yang sebelumnya masih menyimpan harapan membalikkan keadaan.
Penjelasan dari Rosenior
Usai pertandingan, Rosenior mencoba menjelaskan insiden yang terjadi sebelum kick-off. Ia menegaskan bahwa kemarahannya bukan bertujuan melakukan perang psikologis. Menurutnya, reaksi tersebut murni karena ia merasa timnya tidak dihormati.
Rosenior menyadari caranya menegur mungkin terdengar keras, namun ia merasa perlu melakukannya demi melindungi fokus pemain Chelsea. Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan siapa pun di kubu Arsenal, baik pemain maupun staf pelatih.
Soal Etika di Sepakbola
Bagi Rosenior, sepakbola bukan hanya soal taktik dan hasil akhir, tapi juga soal etika dan rasa saling menghargai. Ia merasa hal-hal kecil seperti area pemanasan seharusnya tidak menjadi sumber konflik, apalagi di pertandingan besar.
Meski begitu, insiden tersebut tidak mengubah hasil akhir. Arsenal tetap melaju, sementara Chelsea harus kembali fokus ke kompetisi lain. Bagi Rosenior, kekalahan ini menjadi pelajaran penting, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
Chelsea Diminta Bangkit
Tersingkirnya Chelsea dari Carabao Cup menambah daftar pekerjaan rumah Rosenior. Ia dituntut segera mengembalikan fokus tim, apalagi persaingan di Premier League masih sangat ketat.
Sementara itu, Arsenal melangkah dengan kepercayaan diri tinggi menuju final. Panas di pinggir lapangan boleh saja terjadi, tapi di atas lapangan, The Gunners yang akhirnya tersenyum.


