Arenabetting – Manchester City mengalami malam yang terasa aneh saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur. Unggul dua gol di babak pertama, City justru gagal membawa pulang kemenangan. Situasi seperti ini tergolong langka bagi tim asuhan Pep Guardiola, apalagi di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara.
Bertanding di Tottenham Hotspur Stadium, City tampil meyakinkan sejak awal. Gol dari Rayan Cherki dan Antoine Semenyo membuat tim tamu menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Dalam kondisi normal, skor seperti itu biasanya sudah cukup aman bagi City yang dikenal solid dalam mengontrol permainan.
Babak Kedua Jadi Titik Balik
Memasuki paruh kedua, jalannya laga berubah drastis. Tottenham Hotspur tampil jauh lebih agresif dan berani menekan sejak menit awal. Intensitas tinggi tersebut membuat City kesulitan mengembangkan permainan seperti di babak pertama.
Tekanan Spurs akhirnya membuahkan hasil. Dominic Solanke menjadi sosok kunci dengan mencetak dua gol yang membuat kedudukan kembali imbang. Gol demi gol tersebut bukan hanya mengubah papan skor, tetapi juga menggerus kepercayaan diri City yang terlihat kehilangan ritme.
Hasil Imbang yang Terasa Seperti Kekalahan
Tambahan satu poin membuat Manchester City gagal menjaga jarak dengan Arsenal di puncak klasemen. Kedua tim kini terpaut enam poin, sebuah jarak yang terasa semakin berat untuk dikejar. Karena konteks inilah, hasil imbang di markas Spurs terasa lebih menyakitkan dan menyerupai kekalahan bagi City.
Bagi tim sekelas City, kehilangan dua poin setelah unggul dua gol jelas bukan hal yang biasa. Apalagi momen tersebut datang saat mereka sedang membutuhkan kemenangan demi terus menekan pemuncak klasemen.
Catatan Langka dalam Sejarah City
Gagal menang setelah unggul minimal dua gol di babak pertama merupakan kejadian yang sangat jarang dialami City. Terakhir kali hal serupa terjadi adalah pada April 2018 saat menghadapi Manchester United. Sejak laga tersebut, City selalu sukses mengamankan kemenangan setiap kali unggul dua gol atau lebih.
Catatan impresif itu mencakup 115 pertandingan, semuanya berakhir dengan kemenangan. Rentetan tersebut akhirnya terhenti dalam laga melawan Tottenham, menjadikannya malam yang tidak biasa bagi pasukan Pep Guardiola.
Tantangan Berat Sudah Menunggu
Hasil imbang ini belum memberi banyak waktu bagi City untuk berbenah. Pekan depan, mereka sudah ditunggu laga sulit lainnya dengan bertandang ke markas Liverpool. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian mental sekaligus kesempatan untuk bangkit.
Jika City ingin tetap berada dalam jalur persaingan gelar, mereka harus segera menemukan kembali ketenangan dan ketajaman yang selama ini menjadi ciri khas. Laga melawan Spurs menjadi pengingat bahwa keunggulan besar pun bisa hilang jika fokus sedikit saja menurun.


