Arenabetting – Real Madrid harus menelan pil pahit di laga terakhir fase klasemen Liga Champions. Bertandang ke markas Benfica, Los Blancos kalah dengan skor 2-4 dan gagal mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar. Kekalahan ini membuat Real Madrid harus menjalani babak playoff, sebuah situasi yang sebenarnya bisa dihindari.
Pertandingan yang digelar di Lisbon pada Kamis dini hari WIB itu berjalan penuh drama. Madrid sempat memulai laga dengan cukup baik, namun perlahan kehilangan kendali hingga akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah.
Awal Menjanjikan yang Berujung Masalah
Real Madrid sempat unggul lebih dulu lewat gol Kylian Mbappe. Gol tersebut memberi sinyal bahwa Madrid siap mengamankan hasil positif. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Benfica bangkit dan membalikkan keadaan sebelum turun minum lewat gol Schjelderup serta eksekusi penalti Pavlidis.
Situasi ini membuat Madrid harus bekerja ekstra keras di babak kedua. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi permainan mereka terlihat tidak rapi dan kurang efektif.
Babak Kedua Penuh Kekacauan
Memasuki paruh kedua, Benfica kembali menekan. Schjelderup mencetak gol keduanya di menit ke-54 dan membawa tuan rumah unggul. Madrid sempat bernapas lega setelah Mbappe kembali mencetak gol dan menyamakan skor. Sayangnya, harapan itu kembali pupus di detik-detik akhir.
Dalam situasi bola mati, kiper Benfica, Turbin, ikut maju ke kotak penalti dan justru menjadi penentu lewat sundulan yang mengubah skor menjadi 4-2. Gol tersebut memastikan Benfica mengamankan posisi terakhir menuju babak playoff.
Kartu Merah dan Kehilangan Kendali
Masalah Madrid semakin bertambah setelah harus bermain dengan sembilan pemain. Asencio diusir wasit akibat tekel keras, sementara Rodrygo menerima kartu kuning kedua karena protes berlebihan. Bermain dengan jumlah pemain yang timpang membuat Madrid semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Benfica memanfaatkan situasi tersebut dengan baik dan mampu mengontrol tempo hingga peluit akhir berbunyi.
Bellingham Tak Menutupi Kekecewaan
Gelandang Madrid, Jude Bellingham, mengakui performa timnya jauh dari harapan. Ia menilai Madrid kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Selain itu, intensitas dan agresivitas Benfica disebut jauh lebih baik.
Menurut Bellingham, Madrid juga gagal menjalankan hal-hal mendasar. Mereka kesulitan menciptakan peluang dan tidak mampu mengontrol permainan di momen penting.
Posisi Akhir dan Dampaknya
Madrid menutup fase klasemen di peringkat kesembilan dengan 15 poin, hanya terpaut satu angka dari tim di atasnya. Jika mampu menahan imbang Benfica, Madrid seharusnya bisa finis di delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi penyelamat bagi Benfica. Tim asuhan Jose Mourinho finis di posisi ke-24 dan memastikan langkah ke babak playoff. Bagi Madrid, kekalahan ini menjadi peringatan keras bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar jelang fase gugur Liga Champions.


