Arenabetting – Arsenal kembali jadi bahan perbincangan usai menelan kekalahan di Liga Inggris. Bukan cuma soal hasil akhir, tapi juga cara mereka mencetak gol yang dinilai terlalu monoton. The Gunners mulai mendapat kritik karena dianggap terlalu bergantung pada situasi bola mati dan kurang tajam dari skema permainan terbuka.
Kekalahan dari MU Buka Diskusi Lama
Pada laga terakhir Premier League, Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor 2-3 di Emirates Stadium. Dalam pertandingan tersebut, Arsenal memang mampu mencetak dua gol, namun prosesnya kembali jadi sorotan.
Satu gol lahir dari bunuh diri Lisandro Martinez, sementara gol lainnya tercipta lewat kemelut hasil tendangan sudut yang akhirnya dicatat atas nama Mikel Merino. Tak ada satu pun gol Arsenal yang benar-benar lahir dari alur serangan rapi.
Statistik Bola Mati yang Terlalu Dominan
Data menunjukkan bahwa Arsenal musim ini sudah mencetak 26 gol yang berawal dari situasi bola mati. Angka tersebut memang menandakan efektivitas, tetapi di sisi lain juga memunculkan tanda tanya. Lawan-lawan Arsenal mulai membaca pola ini dan bersiap lebih baik menghadapi sepak pojok maupun tendangan bebas.
Ketergantungan berlebihan ini membuat Arsenal terlihat kesulitan ketika skema bola mati berhasil diredam. Dalam situasi permainan terbuka, kreativitas dan variasi serangan dinilai belum cukup konsisten untuk membongkar pertahanan lawan.
Sindiran dan Kekhawatiran dari Luar
Situasi ini bahkan memicu reaksi dari pemain lawan. Amad Diallo disebut sempat menyindir pendukung Arsenal karena ancaman tim mereka lebih sering datang dari sepak pojok ketimbang open play.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh mantan striker Premier League, Darren Bent. Ia menilai bahwa rasa antusias terhadap Arsenal justru hanya muncul saat mereka mendapat tendangan sudut. Menurutnya, hal tersebut bukan pertanda baik untuk tim yang ingin bersaing di level tertinggi.
Bent juga menyoroti dua gol Arsenal ke gawang MU yang dianggap tidak lahir dari proses menyerang yang meyakinkan. Kondisi ini membuat Arsenal terlihat terlalu bergantung pada skema bola mati untuk menciptakan peluang berbahaya.
PR Besar untuk Arteta
Bagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kritik ini jelas jadi pekerjaan rumah. Bola mati memang penting, tapi Arsenal tetap butuh variasi serangan agar tidak mudah ditebak. Jika ketergantungan ini terus berlanjut, lawan-lawan Arsenal akan semakin nyaman menghadapi mereka, terutama di laga-laga krusial.


