Arenabetting – Crystal Palace akhirnya memastikan bahwa mereka tidak akan berpisah lebih cepat dengan Oliver Glasner. Meski hubungan antara pelatih asal Austria itu dan manajemen klub sempat memanas, The Eagles memilih mempertahankannya hingga akhir musim.
Konflik Lama Sejak Bursa Musim Panas
Ketegangan antara Glasner dan manajemen Palace sebenarnya sudah terasa sejak bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, Glasner berharap tim diperkuat demi tampil lebih kompetitif di Eropa. Namun, keinginan tersebut tidak sepenuhnya dipenuhi oleh klub.
Alih-alih menambah kekuatan, Palace justru melepas Eberechi Eze, yang sebelumnya jadi pemain kunci saat mereka menjuarai Piala FA. Keputusan itu membuat Glasner merasa arah proyek tim tidak sesuai dengan ambisi awal.
Masalah lain muncul ketika klub sempat ingin menjual Marc Guehi ke Liverpool tanpa menyiapkan pengganti sepadan. Glasner disebut keberatan dengan rencana itu, dan pada akhirnya transfer tersebut dibatalkan karena manajemen tak ingin kehilangan sang pelatih.
Situasi Makin Panas di Tengah Musim
Sayangnya, hubungan yang sudah retak itu tak kunjung membaik seiring berjalannya musim. Glasner merasa tidak mendapat dukungan penuh, terutama dalam hal perencanaan skuad.
Puncak kekecewaan datang saat Palace tersingkir dari Piala FA oleh tim divisi enam di babak ketiga. Kekalahan memalukan itu jadi pukulan besar bagi tim dan memperkeruh suasana internal klub.
Tak lama setelah itu, Palace akhirnya melepas Guehi ke Manchester City pada bursa transfer musim dingin. Ditambah lagi muncul rencana penjualan Jean-Philippe Mateta, yang membuat Glasner merasa posisinya makin sulit. Situasi ini sempat memicu kabar bahwa Glasner ingin angkat kaki lebih cepat dari kontraknya.
Manajemen Turun Tangan, Glasner Tetap Lanjut
Ketegangan tersebut akhirnya sedikit mereda setelah Direktur Olahraga Palace, Matt Hobbs, turun langsung menemui Glasner. Pertemuan itu disebut berhasil menenangkan situasi dan membuat kedua pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama sampai kontrak Glasner berakhir di akhir musim ini.
Dengan keputusan ini, fokus kini kembali ke performa tim di lapangan. Tantangan besar menanti, karena Palace sedang berada dalam periode sulit di Liga Inggris. Mereka belum meraih kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir dan kini terdampar di posisi ke-13 klasemen dengan 28 poin dari 22 laga.
Laga berikutnya juga tidak mudah, karena Palace akan menjamu Chelsea di Selhurst Park pada Minggu (25/1/2026) malam WIB. Pertandingan ini bisa jadi momen penting untuk mengakhiri tren buruk dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Bagi Glasner, bertahan di tengah situasi panas ini bukan pilihan mudah. Tapi jika ia mampu membawa Palace bangkit, keputusannya untuk bertahan bisa jadi langkah tepat, sekaligus penutup yang lebih manis sebelum masa baktinya benar-benar berakhir.


