Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Bodo/Glimt Bikin Kejutan, Man City Tumbang karena Celah Taktik

Arenabetting – Bodo/Glimt sukses mencuri perhatian publik Eropa setelah menaklukkan Manchester City dengan skor 3-1 di ajang Liga Champions. Hasil ini jelas di luar dugaan, mengingat City datang dengan status tim unggulan. Namun tuan rumah tampil tanpa rasa takut dan mampu memanfaatkan kelemahan lawan dengan sangat efektif.

Gol Cepat Bikin City Kehilangan Ritme

Pertandingan yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari WIB itu langsung berjalan intens. Bodo/Glimt mengejutkan City lewat dua gol cepat dari Kasper Hogh pada menit ke-22 dan ke-24. Dua gol beruntun tersebut membuat City kehilangan kontrol permainan dan mulai terlihat terburu-buru.

Situasi makin sulit bagi tim tamu ketika Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga lewat sepakan keras di menit ke-58. Manchester City sempat memperkecil ketertinggalan dua menit kemudian lewat Raya Cherki, tapi momentum sudah sepenuhnya berada di tangan tuan rumah.

Masalah City bertambah setelah Rodri harus meninggalkan lapangan pada menit ke-62 akibat kartu kuning kedua. Bermain dengan sepuluh orang membuat The Citizens semakin kesulitan membangun serangan dan menutup ruang di lini tengah.

Strategi Bertahan yang Disiapkan Matang

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, mengaku sangat puas dengan penampilan timnya. Ia menilai Manchester City tetaplah tim kelas dunia, tapi sejak awal sudah ada rencana khusus untuk menghadapi gaya bermain mereka.

Menurut Knutsen, kunci utama ada pada disiplin bertahan dan menutup ruang di area tengah. Ia menilai City sangat berbahaya jika diberi kebebasan mengatur tempo, sehingga para pemainnya diminta untuk tetap rapat dan agresif saat kehilangan bola.

Pendekatan ini terbukti efektif. City kesulitan menembus pertahanan Bodo/Glimt, sementara tuan rumah justru tampil efisien saat mendapat peluang.

Serangan Balik Jadi Senjata Mematikan

Selain bertahan rapi, Bodo/Glimt juga sangat berbahaya lewat serangan balik. Setiap kali berhasil merebut bola, mereka langsung bergerak cepat ke depan dengan transisi yang tajam. Skema ini beberapa kali membuat lini belakang City kewalahan.

Knutsen menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kerja kolektif seluruh pemain. Ia menekankan bahwa bukan hanya bek yang bertugas menjaga pertahanan, tapi seluruh pemain ikut turun dan bekerja sama saat menghadapi tekanan.

Setelah berhasil merebut bola di area yang tepat, para pemain langsung memanfaatkan celah yang ditinggalkan City saat naik menyerang. Dari situ, peluang-peluang berbahaya pun tercipta.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena City sebelumnya juga baru kalah di Liga Inggris dari Manchester United. Artinya, Bodo/Glimt bukan hanya memberi kejutan, tapi juga memperpanjang periode sulit The Citizens.

Bagi Bodo/Glimt, hasil ini jadi bukti bahwa dengan persiapan matang dan disiplin tinggi, tim non-unggulan pun bisa menumbangkan raksasa Eropa.