Arenabetting – Kalau dulu Danny Welbeck dikenal sebagai produk akademi Manchester United yang penuh harapan, sekarang ceritanya sudah beda. Saat Brighton & Hove Albion menumbangkan MU 2-1 di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) malam WIB, Welbeck lagi-lagi jadi aktor utama yang bikin fans Setan Merah makin nyesek. Ironis? Banget.
Gol yang Mematikan Harapan MU
Di laga itu, Brighton unggul lebih dulu lewat Brajan Gruda. MU sempat membalas di menit akhir lewat Benjamin Sesko, bikin stadion sempat hidup lagi. Tapi euforia itu nggak bertahan lama, karena Welbeck datang dengan gol penentu yang langsung mengunci kemenangan tim tamu.
Gol tersebut praktis memupus sisa-sisa harapan MU untuk berbicara soal trofi musim ini. Memang masih ada Premier League, tapi kalau melihat performa dan konsistensi yang naik-turun, mimpi juara rasanya lebih dekat ke angan-angan.
MU, Tim yang Paling Sering Dibobol Welbeck
Yang bikin makin nyakitin, MU justru jadi “korban favorit” Welbeck. Sejak meninggalkan Old Trafford pada 2014 dan melanjutkan karier ke Arsenal, Watford, lalu Brighton, Welbeck berkali-kali menjebol gawang mantan klubnya itu.
Total, delapan gol sudah ia cetak ke gawang MU dari 19 pertemuan di semua kompetisi. Dari laga-laga itu, Welbeck mengoleksi sembilan kemenangan dan 10 kekalahan. Dibandingkan dengan tim lain, catatan ini paling mencolok. Bahkan ke gawang West Ham, Welbeck juga mencetak delapan gol, tapi butuh 26 pertandingan. Artinya, secara rasio, MU memang jadi lawan yang paling sering ia “hukum”.
Dari Old Trafford ke Jadi Pembunuh Mantan
Banyak fans MU yang dulu sedih saat Welbeck dilepas. Ia sudah di klub sejak usia delapan tahun, tumbuh di akademi, dan sempat digadang-gadang jadi striker masa depan. Tapi sepak bola kadang kejam, dan jalan hidup pemain nggak selalu lurus.
Mantan bek MU, Phil Jones, juga mengenang Welbeck sebagai talenta besar sejak awal datang ke tim utama. Menurutnya, keputusan Welbeck pergi dari Old Trafford memang bikin banyak orang kecewa, dan melihat performanya sekarang, rasanya nggak sedikit fans yang bakal menyambutnya kalau ia kembali.
Musim MU: Luka di Banyak Ajang
Kekalahan dari Brighton ini juga memperpanjang daftar pahit MU di kompetisi piala musim ini. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu tersingkir dari Carabao Cup secara memalukan oleh Grimsby Town, tim divisi empat, di laga pertama.
Sekarang di Piala FA, langkah mereka juga terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Dua kompetisi piala gone, performa liga pun belum stabil. Musim ini terasa makin berat buat fans Setan Merah.
Welbeck dan Takdir yang Unik
Welbeck mungkin nggak pernah membayangkan bakal sering jadi mimpi buruk buat klub yang membesarkannya. Tapi sepak bola memang penuh cerita unik. Dari anak didik, lalu pergi, dan kini datang sebagai sosok yang paling sering mencetak gol ke gawang mantan tim.
Buat Brighton, Welbeck adalah senjata berharga. Buat MU, namanya sekarang jadi pengingat pahit bahwa melepas pemain kadang bukan cuma soal taktik, tapi juga soal nasib yang suka muter balik dengan cara paling pedih.


