Arenabetting – Arsenal sempat bikin heboh saat mendatangkan Viktor Gyokeres dengan harga 63,5 juta paun pada musim panas lalu. Transfer ini digadang-gadang jadi solusi lini depan Meriam London buat bersaing serius dalam perebutan gelar Premier League. Tapi sampai musim berjalan setengah jalan, hasilnya masih jauh dari kata memuaskan.
Datang dengan Harapan Tinggi, Realitanya Masih Seret
Sebagai striker utama, Gyokeres diharapkan rutin menyumbang gol. Namun sejauh ini, penyerang asal Swedia itu baru mengoleksi lima gol dari 19 laga Liga Inggris. Buat ukuran striker mahal di tim kandidat juara, angka ini jelas bikin banyak fans mulai mengernyitkan dahi.
Yang bikin makin disorot, lima gol itu hanya datang dari empat pertandingan. Dua gol dicetak ke gawang Leeds United, lalu masing-masing satu saat melawan Nottingham Forest, Burnley, dan Everton. Artinya, di sebagian besar laga lainnya, namanya absen dari papan skor.
Masalah di Gol Open Play Jadi Alarm Bahaya
Ada satu statistik yang cukup bikin khawatir kubu Arsenal: Gyokeres lagi lama banget puasa gol dari permainan terbuka. Terakhir kali dia mencetak gol open play terjadi saat melawan Nottingham Forest pada 13 September 2025. Setelah itu? Sepi.
Menurut catatan statistik, Gyokeres sudah melewati lebih dari 1.000 menit tanpa gol dari open play. Gol ke gawang Burnley lahir dari situasi sepak pojok, sementara gol ke Everton datang dari titik penalti. Ini menunjukkan kalau kontribusinya dalam alur serangan utama masih belum maksimal.
Striker Mahal, Tapi Belum Jadi Finisher Alami
Beberapa pengamat menilai Arsenal saat ini masih belum punya penyerang yang benar-benar naluriah soal mencetak gol. Gyokeres sebenarnya dibeli untuk mengisi peran itu, tapi sejauh ini ia belum menunjukkan insting predator kotak penalti yang konsisten.
Di banyak pertandingan besar, Arsenal justru mengandalkan gelandang dan pemain sayap untuk urusan gol. Strategi ini memang bisa jalan, tapi di fase-fase krusial, tim biasanya butuh striker yang bisa bikin perbedaan dari peluang sekecil apa pun.
Risiko di Momen Penentuan Musim
Masuk ke paruh kedua musim, tekanan bakal makin besar. Setiap poin jadi super penting, apalagi kalau persaingan juara makin ketat sampai pekan-pekan terakhir. Dalam situasi seperti ini, keberadaan striker tajam sering jadi faktor pembeda antara juara dan runner-up.
Kalau Gyokeres belum juga menemukan sentuhan terbaiknya, Arsenal bisa berada dalam posisi rawan. Bukan berarti musim mereka bakal gagal, tapi peluang buat tergelincir jelas lebih besar kalau sumber gol utama nggak kunjung konsisten.
Masih Ada Waktu untuk Balikkan Keadaan
Kabar baiknya, musim masih panjang dan Gyokeres masih punya waktu buat membalikkan opini publik. Adaptasi di Premier League memang nggak selalu instan, apalagi buat striker yang baru pertama kali main di liga sekeras ini.
Sekarang tinggal soal bagaimana Arsenal dan sang pemain bekerja sama untuk mengembalikan kepercayaan diri dan ketajamannya. Kalau klik-nya datang di waktu yang tepat, Gyokeres masih bisa jadi kartu as. Tapi kalau tidak, label “transfer mahal tapi belum sesuai harapan” bakal terus menempel di namanya.


