Arenabetting – Chelsea lagi-lagi harus menelan pil pahit di Premier League. Bertandang ke Craven Cottage, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, The Blues tumbang 1-2 dari Fulham. Kekalahan ini bukan cuma soal dua gol lawan, tapi juga rangkaian masalah lama yang kembali muncul ke permukaan.
Gol Raul Jimenez dan Harry Wilson memastikan Fulham meraih tiga poin, sementara Chelsea pulang dengan tangan hampa. Situasi makin rumit karena The Blues sudah harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-22. Sejak momen itu, arah pertandingan praktis berubah total.
Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Chelsea di kompetisi domestik. Selain hasil yang tak konsisten, sorotan soal kedewasaan dan kontrol emosi pemain kembali jadi topik utama usai laga.
Kartu Merah yang Mengubah Alur Pertandingan
Titik balik laga terjadi ketika Marc Cucurella menerima kartu merah langsung. Bek asal Spanyol itu dianggap melanggar Harry Wilson sebagai pemain terakhir, sebuah keputusan yang membuat Chelsea harus bertahan dalam kondisi timpang sejak babak pertama.
Saat VAR memeriksa insiden tersebut, suasana di lapangan justru memanas. Beberapa pemain Chelsea meluapkan protes berlebihan kepada wasit. Akibatnya, Enzo Fernandez, Tosin Adarabioyo, dan Cole Palmer diganjar kartu kuning dalam waktu yang sangat singkat.
Rentetan kartu ini langsung memunculkan kembali isu lama soal disiplin skuad Chelsea. Banyak pihak menilai masalah ini bukan sekadar teknis, tapi juga menyangkut kontrol emosi di momen krusial.
Pandangan McFarlane soal Insiden Panas
Dalam konferensi pers pascalaga, pelatih interim Calum McFarlane mencoba meluruskan situasi. Ia menilai kartu merah Cucurella bukanlah akibat sikap tidak profesional, melainkan murni bagian dari dinamika permainan sepak bola.
Menurut McFarlane, kesalahan tersebut lebih berkaitan dengan struktur tim dan situasi di lapangan, bukan karena pemain kehilangan kendali emosional. Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap respons lanjutan para pemainnya.
McFarlane mengakui bahwa tiga kartu kuning setelah kartu merah adalah hal yang harus dievaluasi. Ia menegaskan tim tidak ingin situasi seperti itu terulang, meski di sisi lain ia melihat ada upaya pemain untuk tetap bertahan tanpa membuat kesalahan fatal tambahan hingga kartu kuning kedua.
PR Besar Menanti Liam Rosenior
Laga ini menjadi penampilan terakhir McFarlane sebelum tongkat estafet diserahkan ke pelatih baru, Liam Rosenior. Masalah disiplin jelas akan menjadi pekerjaan rumah utama bagi sang pelatih anyar.
Data musim ini memperkuat sorotan tersebut. Chelsea sudah mengoleksi 47 kartu kuning dan lima kartu merah di Premier League, angka yang tergolong tinggi dibanding banyak tim lain.
Jika Chelsea ingin bangkit, perbaikan tak hanya soal taktik dan formasi. Kontrol emosi, kedewasaan bermain, dan disiplin kolektif jelas jadi kunci agar The Blues tak terus terjebak dalam lingkaran masalah yang sama.


