Arenabetting – Aroma panas sudah terasa jauh sebelum semifinal Piala Super Spanyol dimulai. Real Madrid bakal kembali bentrok dengan rival sekota, Atletico Madrid, di King Abdullah Stadium, Jeddah, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Bagi Xabi Alonso, laga ini jelas bukan sekadar perebutan tiket ke final. Ada rasa belum tuntas yang ingin dibayar lunas.
Kekalahan pahit dari Atletico di ajang liga beberapa waktu lalu masih membekas. Alonso tak menutup mata soal hasil tersebut dan menegaskan bahwa timnya belum tampil sesuai standar saat itu. Justru dari luka itulah, ia ingin Madrid belajar dan bangkit dengan wajah yang berbeda.
Luka Lama Jadi Bahan Bakar Madrid
Alonso menilai duel kali ini harus dijadikan ajang pembuktian mental. Ia meminta para pemain senior seperti Luka Modric untuk menjadikan memori buruk di liga sebagai energi tambahan, bukan beban. Evaluasi mendalam sudah dilakukan, terutama soal kesalahan-kesalahan mendasar yang memberi keuntungan bagi Atletico.
Menurut Alonso, pertandingan di Jeddah bakal menyuguhkan cerita yang berbeda. Ia yakin Real Madrid akan tampil dengan level permainan dan intensitas yang lebih tinggi. Targetnya jelas: menunjukkan bahwa timnya mampu merespons tekanan besar dengan karakter juara.
Absennya Mbappe, Tantangan Tambahan
Masalahnya, Madrid datang ke laga krusial ini dengan kondisi tidak ideal. Kylian Mbappe dipastikan absen karena proses pemulihan cedera yang belum rampung. Alonso mengakui laga ini datang terlalu cepat bagi sang bintang Prancis untuk kembali merumput.
Tak hanya Mbappe, Eder Militao juga tak bisa dimainkan. Absennya dua pilar penting membuat komposisi skuad berbeda dibanding pertemuan sebelumnya. Meski begitu, Alonso menolak menjadikan kondisi ini sebagai alasan.
Ia menilai perubahan adalah bagian dari perjalanan musim. Tim harus beradaptasi, menemukan solusi, dan tetap kompetitif meski kehilangan pemain kunci. Bagi Alonso, fleksibilitas dan respons cepat adalah kunci.
Piala Super Bukan Sekadar Formalitas
Di tengah padatnya kalender, Piala Super Spanyol kerap dianggap hanya turnamen pembuka. Namun Alonso punya pandangan berbeda. Ia menilai trofi ini sangat penting karena menjadi gelar pertama yang bisa diraih musim ini.
Karena itu, Alonso menuntut komitmen penuh dari seluruh pemain. Ia ingin Madrid tampil agresif, termasuk saat kehilangan bola. Tekanan tinggi, kerja kolektif, dan mental bertarung jadi fokus utama.
Ujian Mental dan Ambisi Juara
Derbi Madrid di semifinal ini bukan cuma soal taktik, tapi juga mentalitas. Real Madrid ingin membuktikan bahwa mereka mampu bangkit, meski dalam kondisi pincang. Tanpa Mbappe, tanpa Militao, Madrid tetap datang dengan ambisi besar.
Bagi Alonso, inilah momen tepat untuk membalik narasi. Jika berhasil menyingkirkan Atletico dan melangkah ke final, Madrid bukan cuma selangkah lebih dekat ke trofi, tapi juga mengirim pesan kuat: mereka belum habis, dan siap bertarung sampai akhir musim.


