Arenabetting – Perjalanan Enzo Maresca bersama Chelsea akhirnya resmi berakhir. Setelah melalui pembicaraan intens dalam 24 jam terakhir, kedua pihak sepakat berpisah di tengah musim. Keputusan ini menutup periode singkat tapi penuh drama, yang eskalasinya terasa cepat sejak pertengahan Desember lalu.
Awalnya, era Maresca dibuka dengan harapan besar. Namun seiring waktu, tekanan hasil, dinamika internal, dan komunikasi yang makin renggang membuat situasi sulit dikendalikan. Chelsea pun memilih mengambil langkah tegas sebelum masalah melebar ke mana-mana.
Komentar Publik yang Jadi Titik Balik
Masalah mulai mencuat usai kemenangan 2-0 atas Everton pada 13 Desember. Dalam momen itu, Maresca menyampaikan pernyataan bernada frustrasi ke publik, yang belakangan dianggap petinggi klub sebagai sinyal awal keretakan.
Pernyataan tersebut dinilai terlalu emosional dan tidak disampaikan melalui jalur internal. Sebagian manajemen bahkan mengaku bingung dengan maksud ucapan itu. Dari sinilah hubungan Maresca dan Chelsea mulai terasa dingin dan canggung.
Konflik Internal yang Mengganggu Stabilitas
Di balik layar, ketegangan juga muncul antara Maresca dan tim medis klub. Ia beberapa kali tetap menurunkan pemain yang kondisinya belum sepenuhnya direkomendasikan untuk tampil. Situasi ini memicu ketidaknyamanan di internal dan memperkeruh suasana kerja.
Masalah lain muncul ketika perwakilan Maresca diketahui menjalin komunikasi dengan Manchester City, di tengah spekulasi masa depan Pep Guardiola. Meski sudah dilaporkan sesuai kontrak, Chelsea menilai langkah tersebut sebagai distraksi di fase krusial musim.
Tekanan Suporter dan Hilangnya Dukungan Publik
Tekanan tidak hanya datang dari dalam klub, tapi juga dari tribun Stamford Bridge. Saat Chelsea ditahan imbang Bournemouth, keputusan Maresca menarik Cole Palmer di menit ke-63 memicu reaksi keras suporter.
Padahal, pergantian itu dilakukan demi menjaga kondisi Palmer yang sedang dikelola karena masalah cedera. Namun, bagi publik, momen tersebut menjadi tanda mulai pudarnya kepercayaan terhadap Maresca.
Keputusan Akhir dan Awal Bab Baru Chelsea
Beberapa hari setelahnya, jajaran petinggi klub menggelar evaluasi rutin. Dari sanalah muncul kesimpulan bahwa posisi Maresca sudah sulit dipertahankan. Pembicaraan lanjutan akhirnya mengarah pada perpisahan resmi.
Kini, Chelsea mulai menyusun rencana baru. Nama Liam Rosenior disebut sebagai kandidat kuat karena masih berada dalam lingkup BlueCo. Sementara opsi lain masih dipertimbangkan dengan hati-hati.
Era Enzo Maresca di Stamford Bridge pun berakhir cepat. Dimulai dengan optimisme tinggi, tapi ditutup dengan jalan buntu yang tak terhindarkan.


