Berita Bola – Mantan striker Manchester United, Louis Saha, terang-terangan mengatakan bahwa Lamine Yamal tidak akan mampu mencapai level Lionel Messi. Menurutnya, bintang muda Barcelona itu punya talenta besar, tapi tidak memiliki “obsesi sepak bola” seperti Cristiano Ronaldo yang membuatnya terus berkembang tanpa henti.
Belakangan ini, Yamal memang jadi sorotan. Performanya disebut mengalami sedikit penurunan, meski gol dan asistnya masih cukup stabil. Di luar lapangan, namanya juga kerap muncul dalam konteks kurang menyenangkan, mulai dari pesta ulang tahun yang ramai dibicarakan sampai komentar-komentarnya soal Real Madrid. Semua ini bikin fokusnya disebut mulai goyah.
Di beberapa laga penting, termasuk saat Barcelona kalah dari Chelsea di Stamford Bridge, Yamal terlihat tidak setajam musim sebelumnya. Kondisi fisiknya yang terganggu pubalgia ikut membuat ritme permainannya menurun. Situasi seperti inilah yang membuat Saha angkat suara.
Saha menilai Yamal punya potensi luar biasa, tapi ia khawatir semua bakat itu bisa terbuang sia-sia kalau sang pemain tidak cepat mengembalikan fokusnya. Menurutnya, terlalu banyak distraksi di usia muda bisa menghambat perkembangan pemain berbakat.
Ia juga menyarankan agar Yamal bertahan di Barcelona lebih lama. Baginya, stabilitas adalah kunci pemain muda untuk berkembang dengan sehat. Saha bahkan menyebut hanya PSG atau Manchester City yang mungkin sanggup membayar 300 juta pounds jika Yamal benar-benar pindah, tapi perpindahan cepat di usia muda justru bisa merusak proses perkembangan tersebut.
Saha kemudian menyinggung perbandingan dengan Messi dan Ronaldo. Menurutnya, kualitas Yamal tinggi, tapi ia tidak melihat obsesi besar seperti yang dimiliki dua legenda itu. Justru, Yamal disebut lebih berpotensi mengikuti jejak Neymar, pemain yang memiliki bakat luar biasa namun tidak mampu menjaga konsistensi karena gaya hidup dan berbagai distraksi.
Neymar, kata Saha, adalah contoh pemain brilian yang tidak memaksimalkan potensi karena banyak faktor di luar lapangan. Dan ia khawatir hal yang sama bisa menimpa Yamal jika tidak berhati-hati.
Bagi Saha, Messi dan Ronaldo adalah sosok yang “gila” dalam hal fokus dan dedikasi. Mereka bisa terus berada di level tertinggi karena benar-benar terobsesi pada sepak bola. Yamal, di sisi lain, sudah dikelilingi distraksi sejak sangat muda. Jika tidak cepat menata diri, Saha takut Yamal akan melenceng dari jalur yang seharusnya, seperti Neymar, yang menurutnya punya kualitas luar biasa tapi tidak pernah mencapai potensi maksimalnya.


