Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Hasil EPL: Main di Kandang Sendiri, Tottenham Ditahan Imbang 1-1 Sunderland

Arenabetting – Tottenham Hotspur harus puas berbagi poin saat menjamu Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris. Bermain di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (4/1/2026) malam WIB, laga ini berakhir dengan skor imbang 1-1. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal dan sama-sama menunjukkan ambisi untuk mengamankan poin penuh. Hasil ini jelas bukan yang diharapkan Tottenham, terutama karena mereka tampil di hadapan pendukung sendiri. Sementara bagi Sunderland, satu poin dari kandang lawan terbilang cukup berharga. Babak Pertama: Sejak peluit awal dibunyikan, Tottenham langsung mengambil inisiatif serangan. Baru satu menit berjalan, Mathys Tel sudah mengancam lewat tembakan jarak jauh. Sayangnya, upaya tersebut masih terlalu mudah dibaca oleh kiper Sunderland, Robin Roefs. Tottenham terus menekan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, lini belakang Sunderland yang dikomandoi Granit Xhaka tampil disiplin dan cukup solid dalam meredam serangan demi serangan tuan rumah. Tekanan Tottenham akhirnya berbuah hasil di menit ke-30. Berawal dari situasi sepak pojok, terjadi kemelut di kotak penalti Sunderland. Bola liar kemudian berhasil dimanfaatkan Ben Davies untuk mencetak gol setelah menerima sentuhan dari Micky van de Ven. Gol tersebut membuat Tottenham unggul 1-0 dan stadion pun bergemuruh. Keunggulan ini membuat Tottenham bermain sedikit lebih tenang, meski Sunderland tetap mencoba bertahan rapat sambil menunggu peluang serangan balik. Babak Kedua: Memasuki babak kedua, Sunderland mulai berani keluar menyerang. Mereka akhirnya mencatatkan peluang berbahaya lewat sundulan Eliezer Mayenda, namun Guglielmo Vicario masih sigap menjaga gawang Tottenham. Tekanan Sunderland makin terasa di menit-menit akhir. Sundulan Enzo Le Fee sempat membuat publik tuan rumah terdiam karena bola hanya membentur tiang gawang. Ancaman itu jadi sinyal bahwa Sunderland belum menyerah. Kerja keras Sunderland akhirnya terbayar di menit ke-80. Enzo Le Fee mengirimkan umpan matang yang langsung disambar Brian Brobbey dengan tembakan keras. Bola meluncur mulus ke gawang dan mengubah skor menjadi 1-1. Tottenham mencoba merespons di sisa waktu, namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Hasil imbang ini membuat Tottenham tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 27 poin. Di sisi lain, Sunderland bertengger di posisi kedelapan dengan 30 poin. Laga ini jadi bukti bahwa kedua tim masih harus berbenah jika ingin bersaing lebih konsisten di papan atas Liga Inggris.

Hasil EPL: Main di Kandang Sendiri, Tottenham Ditahan Imbang 1-1 Sunderland Read More »

Fiorentina vs Cremonese: Emil Audero Heroik, Tapi Gol Telat Kean Tentukan Laga

Arenabetting – Laga Fiorentina kontra Cremonese di lanjutan Serie A 2025/2026 berjalan super ketat dan penuh tekanan. Bermain di Stadion Artemio Franchi, Firenze, Minggu (4/1/2026), Fiorentina akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0. Meski begitu, sorotan utama justru tertuju pada penampilan gemilang Emil Audero yang berkali-kali menyelamatkan Cremonese dari kebobolan lebih awal. Fiorentina Langsung Tancap Gas Sejak peluit awal dibunyikan, Fiorentina langsung mengambil inisiatif serangan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Nicolo Fagioli sudah mengancam gawang Cremonese. Namun, upaya tersebut masih bisa dimentahkan Emil Audero yang tampil sigap di bawah mistar. Tekanan La Viola terus berlanjut. Pada menit ke-12, sundulan Fabiano Parisi nyaris membuka keunggulan setelah menyambut umpan Luca Ranieri. Sayangnya bagi tuan rumah, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal berbuah gol. Audero Jadi Tembok Kokoh Cremonese Tak berhenti sampai di situ, Fiorentina kembali menciptakan peluang dua menit kemudian lewat Rolando Mandragora. Lagi-lagi, Audero menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting. Kiper Timnas Indonesia tersebut benar-benar jadi mimpi buruk bagi lini serang Fiorentina di babak pertama. Audero tercatat melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk saat menggagalkan peluang Roberto Piccoli pada menit ke-18. Sementara itu, Cremonese justru kesulitan mengembangkan permainan. Serangan mereka kerap patah di lini tengah, membuat ancaman ke gawang Fiorentina nyaris tak terlihat. Menjelang turun minum, Fiorentina kembali mendapat peluang melalui Albert Gudmundsson. Namun, penyelesaian akhirnya kembali digagalkan Audero. Hingga wasit meniup peluit jeda, skor kacamata 0-0 tetap bertahan, dengan Fiorentina unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Gol Telat Pecah Kebuntuan Memasuki babak kedua, skenario pertandingan tak banyak berubah. Fiorentina terus mendominasi dan menekan pertahanan Cremonese. Masuknya beberapa pemain baru membuat intensitas serangan tuan rumah semakin meningkat, memaksa Audero bekerja ekstra keras. Cremonese akhirnya benar-benar runtuh di menit-menit akhir. Moise Kean, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, sukses menjadi pembeda. Berawal dari crossing menyilang, Niccolo Fortini menanduk bola ke tiang dekat. Audero sempat menepis, namun bola muntah langsung disambar Kean di depan gawang dan berbuah gol. Posisi Klasemen Usai Laga Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini membuat Fiorentina kini mengoleksi 12 poin, meski masih tertahan di peringkat ke-19 klasemen sementara Liga Italia. Di sisi lain, Cremonese tetap berada di posisi ke-12 dengan raihan 21 poin dari 18 laga, meski harus pulang dengan tangan hampa setelah tampil cukup disiplin sepanjang pertandingan.

Fiorentina vs Cremonese: Emil Audero Heroik, Tapi Gol Telat Kean Tentukan Laga Read More »

Kepergian Enzo Maresca Bikin Ruang Ganti Chelsea Terpukul

Arenabetting – Chelsea kembali bikin heboh di awal tahun 2026. Klub asal London itu resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca tepat di momen Tahun Baru. Keputusan ini datang tak lama setelah The Blues gagal mengamankan kemenangan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth di Stamford Bridge. Pemecatan tersebut langsung memantik banyak reaksi, baik dari fans maupun pemain. Rumor yang beredar menyebutkan ada ketegangan internal antara Maresca dan manajemen klub. Sang pelatih dikabarkan merasa tidak mendapat dukungan penuh, sementara pihak klub menilai Maresca kerap mengambil langkah strategis tanpa restu. Situasi ini akhirnya berujung pada perpisahan yang cukup mendadak. Jejak Manis Maresca Bersama The Blues Padahal, kiprah Maresca bersama Chelsea tidak bisa dibilang buruk. Sejak datang pada 2024, pelatih asal Italia itu sukses mempersembahkan dua trofi bergengsi, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Prestasi tersebut sempat membuat publik percaya Chelsea sedang berada di jalur yang tepat. Di musim berjalan, performa tim memang belum sepenuhnya stabil. Namun, banyak pihak menilai hasil yang diraih masih cukup kompetitif untuk ukuran proyek jangka menengah. Karena itu, pemecatan Maresca terasa seperti keputusan yang terlalu cepat bagi sebagian kalangan. Pedro Neto: Kaget dan Kehilangan Sosok Penting Salah satu pemain yang paling vokal menanggapi kepergian Maresca adalah Pedro Neto. Winger Chelsea itu disebut benar-benar terkejut saat mendengar kabar pemecatan sang pelatih. Neto menilai Maresca punya peran besar dalam perkembangan tim, termasuk dirinya secara personal. Menurut Neto, Maresca adalah sosok yang sangat berjasa dalam membentuk kepercayaan diri dan pemahamannya tentang permainan. Ia merasa banyak belajar, baik dari sisi taktik maupun mentalitas, selama bekerja di bawah arahan pelatih Italia tersebut. Kepergian Maresca pun membuatnya merasa kehilangan figur penting di ruang ganti. Dampak untuk Tim dan Masa Depan Chelsea Perpisahan ini jelas meninggalkan tanda tanya besar soal arah Chelsea ke depan. Hingga kini, manajemen belum mengumumkan siapa yang akan duduk di kursi pelatih kepala. Nama Liam Rosenior dari Strasbourg mulai ramai dibicarakan, meski belum ada konfirmasi resmi. Bagi para pemain, terutama mereka yang dekat dengan Maresca, masa transisi ini tidak akan mudah. Chelsea kini dituntut untuk segera bangkit dan menjaga stabilitas tim. Jika tidak, gejolak internal bisa saja berdampak langsung pada performa di lapangan. Keputusan besar sudah diambil, tinggal menunggu apakah hasilnya akan sepadan.

Kepergian Enzo Maresca Bikin Ruang Ganti Chelsea Terpukul Read More »

Hasil EPL: Manchester United Ditahan Imbang 1-1 Oleh Tuan Rumah Leeds United

Arenabetting – Manchester United harus puas membawa pulang satu poin saat bertandang ke markas Leeds United. Bermain di Elland Road, Minggu malam WIB, laga klasik Liga Inggris ini berakhir imbang 1-1. Setan Merah sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol Matheus Cunha di babak kedua. Hasil ini bikin MU naik satu strip ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 20 laga, menggeser Chelsea. Sementara itu, Leeds masih berjuang menjauh dari zona bawah dan kini duduk di peringkat ke-16 dengan 22 poin. Babak Pertama: Sejak menit awal, MU langsung tampil agresif. Tim tamu mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Leeds. Peluang pertama datang dari sundulan Manuel Ugarte, tapi bola masih melambung jauh dari sasaran. Tak lama berselang, Cunha sempat merayakan gol lewat sepakan voli. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena sebelumnya terjadi pelanggaran di proses build-up. Setelah momen itu, tempo laga berjalan seimbang. Kedua tim saling menyerang, namun belum ada yang benar-benar efektif. Leeds justru nyaris mencuri gol di menit ke-36. Sundulan Dominic Calvert-Lewin hasil umpan silang nyaris merobek jala MU, tapi bola membentur tiang. MU membalas jelang turun minum lewat peluang beruntun yang masih bisa digagalkan kiper Leeds. Skor kacamata pun bertahan hingga jeda. Babak Kedua: Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan langsung naik. Leeds tampil lebih berani dan akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-60. Kesalahan kecil di lini belakang MU dimanfaatkan dengan cerdik oleh Brendan Aaronson yang sukses membawa tuan rumah unggul 1-0. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, MU menyamakan skor. Joshua Zirkzee yang baru masuk memberikan umpan terobosan matang, lalu Cunha menyelesaikannya dengan tenang ke tiang jauh. Skor kembali imbang 1-1. Setelah skor sama kuat, laga berjalan makin terbuka. Leeds beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, sementara MU juga nyaris membalikkan keadaan lewat tembakan jarak jauh Cunha. Sayangnya, semua peluang di sisa waktu gagal berbuah gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. MU memang terhindar dari kekalahan, tapi hasil ini tetap terasa kurang maksimal mengingat ambisi mereka menembus papan atas. Leeds, di sisi lain, patut puas karena mampu menahan salah satu raksasa Inggris di kandang sendiri.

Hasil EPL: Manchester United Ditahan Imbang 1-1 Oleh Tuan Rumah Leeds United Read More »

Penalti Gagal Jonathan David, Juventus Harus Puas Berbagi Poin dengan Lecce

Arenabetting – Juventus harus menelan pil pahit saat menjamu Lecce di Allianz Stadium pada Minggu (4/1/2025) dini hari WIB. Peluang meraih kemenangan sirna setelah penalti Jonathan David gagal berbuah gol. Meski begitu, pelatih Bianconeri, Luciano Spalletti, memilih untuk tidak menyalahkan sang penyerang atas hasil imbang ini. Lecce Bikin Kejutan Lebih Dulu Pertandingan berjalan tak sesuai harapan Juventus sejak awal. Lecce justru mampu mencuri keunggulan di momen krusial jelang turun minum. Gol Lameck Banda di menit ketiga injury time babak pertama membuat publik Allianz Stadium terdiam. Juventus pun dipaksa bekerja ekstra keras di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. Juventus Bangkit di Babak Kedua Usaha Juventus akhirnya membuahkan hasil setelah jeda. Pada menit ke-49, Weston McKennie sukses menyamakan skor menjadi 1-1. Gol tersebut membuat tempo permainan semakin meningkat, dengan Juventus tampil lebih agresif demi membalikkan keadaan. Peluang emas pun datang pada menit ke-66 ketika wasit menunjuk titik putih untuk Juventus. Situasi ini menjadi kesempatan ideal bagi tuan rumah untuk mengunci tiga poin di kandang sendiri. Momen Krusial Penalti yang Gagal Jonathan David dipercaya sebagai eksekutor penalti. Namun, tendangannya ke arah tengah gawang berhasil ditepis oleh kiper Lecce, Wladimiro Falcone. Kegagalan ini menambah daftar penalti yang tak berhasil dieksekusi David sepanjang kariernya, meski catatan keseluruhannya masih tergolong solid dengan 31 penalti yang berujung gol. Momen tersebut jelas jadi titik balik laga. Setelah penalti gagal, Juventus terlihat kesulitan menciptakan peluang bersih hingga pertandingan berakhir. Spalletti Pilih Lindungi Pemainnya Alih-alih menyalahkan David, Luciano Spalletti justru menegaskan bahwa kegagalan meraih kemenangan adalah tanggung jawab tim secara keseluruhan. Ia menilai David tetap merupakan penendang penalti yang berkualitas dan telah mengambil keputusan dengan tepat, meski eksekusinya kurang sempurna. Spalletti juga mengungkap bahwa Juventus sebenarnya memiliki beberapa opsi penendang penalti lain seperti Manuel Locatelli dan Kenan Yildiz. Namun, keputusan siapa yang menendang kerap diambil dalam situasi penuh tekanan dan emosi tinggi di lapangan, sesuatu yang tak selalu terlihat dari luar. Posisi Juventus di Klasemen Hasil imbang ini membuat Juventus gagal melanjutkan tren tiga kemenangan beruntun mereka di Liga Italia. Bianconeri kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 33 poin dari 18 pertandingan. Meski hanya meraih satu poin, Juventus masih berada di jalur persaingan papan atas. Namun, hasil ini jadi pengingat bahwa setiap detail kecil, termasuk satu penalti, bisa sangat menentukan dalam perburuan gelar musim ini.

Penalti Gagal Jonathan David, Juventus Harus Puas Berbagi Poin dengan Lecce Read More »

MU Minim Belanja Januari, Nasib Zirkzee dan Mainoo Jadi Tanda Tanya

Arenabetting – Manchester United berpeluang besar menjalani bursa transfer musim dingin tanpa aktivitas belanja pemain. Kondisi ini bukan cuma berdampak ke kekuatan tim, tapi juga ikut memengaruhi masa depan dua pemain muda mereka, Joshua Zirkzee dan Kobbie Mainoo. Keduanya sejauh ini belum mendapat menit bermain ideal di bawah asuhan Ruben Amorim. Jam Terbang Zirkzee Masih Terbatas Joshua Zirkzee sebenarnya cukup sering muncul di lapangan musim ini. Secara total, penyerang asal Belanda itu sudah tampil 13 kali di semua kompetisi. Namun, masalahnya ada di statusnya yang lebih sering jadi pelapis. Dari jumlah tersebut, Zirkzee baru empat kali dipercaya tampil sebagai starter, dengan kontribusi dua gol. Situasi ini memicu rumor soal masa depannya. Zirkzee disebut-sebut masuk daftar pemain yang berpotensi dipinjamkan pada bursa transfer Januari. Salah satu klub yang dikaitkan dengannya adalah AS Roma. Klub Serie A itu dikabarkan tertarik membawa pulang Zirkzee ke Italia setelah dua tahun meninggalkan kompetisi tersebut. Mainoo Juga Alami Nasib Serupa Kobbie Mainoo tak jauh berbeda dengan Zirkzee. Gelandang muda Inggris ini bahkan lebih jarang mendapat kesempatan sejak awal laga. Dari total 12 penampilan, Mainoo baru sekali tampil sebagai starter, sementara sisanya lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Beberapa laporan menyebut Napoli siap menjadi pelabuhan baru bagi Mainoo. Klub asal Italia itu dianggap mampu mengembangkan pemain muda, seperti yang mereka lakukan terhadap Rasmus Hojlund. Opsi pindah ini dinilai bisa menyelamatkan karier Mainoo yang butuh jam terbang konsisten. MU Dihantam Cedera, Transfer Bisa Batal Meski rumor terus beredar, peluang Zirkzee dan Mainoo untuk hengkang belum tentu jadi kenyataan. Manchester United saat ini tengah dilanda badai cedera, terutama di beberapa posisi krusial. Di sisi lain, manajemen klub juga dikabarkan enggan mengeluarkan dana tambahan untuk mendatangkan pemain baru pada Januari ini. Kondisi tersebut membuat Ruben Amorim cenderung mempertahankan seluruh pemain yang ada. Ia menilai melepas pemain di tengah krisis cedera bukan langkah ideal. Amorim juga mengisyaratkan bahwa keputusan soal transfer bukan sepenuhnya di tangannya, melainkan berada di ranah direktur olahraga Jason Wilcox. Piala Dunia 2026 Jadi Pertaruhan Baik Zirkzee maupun Mainoo sama-sama membutuhkan menit bermain demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026. Namun, dengan situasi MU saat ini, keduanya kemungkinan besar masih harus bersabar. Jika tak ada kejutan hingga akhir Januari, mereka tampaknya akan tetap bertahan di Old Trafford dan berjuang merebut tempat utama.

MU Minim Belanja Januari, Nasib Zirkzee dan Mainoo Jadi Tanda Tanya Read More »