Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Como Ingin Ikuti Jejak Juventus Dan AC Milan Buat Membentuk Tim Satelit

Berita Bola – Como 1907 dikabarkan akan mengikuti jejak dua raksasa, yakni Juventus dan AC Milan dengan memiliki tim satelit di divisi bawah. Setelah promosi ke Serie A pada musim ini, klub yang dimiliki oleh orang Indonesia ini telah mencatatkan beberapa hasil mengejutkan. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim yang mewakili Italia di Liga Champions seperti Atalanta dan Napoli. Di bawah arahan pelatih Cesc Fabregas, permainan Como menjadi lebih menarik. Bahkan, Fabregas kini menjadi incaran klub-klub besar Eropa, termasuk AC Milan. Setelah mengalami kesulitan di awal musim, I Lariani melakukan manuver signifikan di bursa transfer Januari dengan mendatangkan pemain seperti Assane Diao, Jean Butez, dan Jonathan Ikone. Diao langsung berkontribusi pada perolehan hasil positif Como, klub yang diakuisisi Grup Djarum pada 2019. Saat ini, Como berada di posisi ke-13 dalam klasemen Serie A, cukup aman dari zona degradasi. Informasi terbaru menunjukkan bahwa Como berencana untuk mengembangkan diri lebih lanjut dengan memiliki tim satelit yang akan berkompetisi di Serie C. Saat ini, Juventus, AC Milan, dan Atalanta sudah memiliki tim satelit di Serie C, masing-masing bernama Juventus Next Gen, Milan Futuro, dan Atalanta U23. Dengan adanya tim satelit, klub dapat memberikan tempat bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman kompetisi yang lebih baik. Kabar mengenai rencana Como memiliki tim satelit disampaikan oleh Presiden Virtus Verona, Luigi Fresco, yang saat ini tengah berkompetisi di Grup A Serie C 2024-2025. “Pembicaraan sedang berlangsung dengan Como untuk kemungkinan kerja sama,” ujar Fresco. “Ini bukan hanya untuk tim kedua tetapi juga sebuah aliansi yang saling menguntungkan antara kedua klub.” “Pemain muda kami akan memiliki kesempatan pertama untuk direkrut Como,” tuturnya menambahkan. “Kami bukan satu-satunya klub yang bernegosiasi dengan Como, ada beberapa klub lain yang juga tertarik, tapi saya tidak bisa mengungkapkan nama mereka.” Fresco menekankan bahwa identitas Virtus Verona akan tetap terjaga meski menjadi tim satelit Como. “Jangan berpikir Como atau klub lain akan mengirim 25 pemain untuk memperkuat skuad kami. Ini akan menjadi kombinasi antara pemain kami dan pemain mereka,” jelas Fresco. “Kami mencari klub dengan referensi dan nilai-nilai yang kuat, dan Como adalah salah satu klub yang memenuhi kriteria tersebut.” “Saya sangat menghormati Fabregas dan cara dia melatih, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tambahnya. “Musim panas lalu, dia bahkan membiayai liburan tim ke Ibiza untuk merayakan promosi, sesuatu yang sudah saya lakukan selama 20 tahun di sini bersama Virtus,” tutur Fresco. “Semua akan lebih jelas pada bulan April,” pungkasnya.

Como Ingin Ikuti Jejak Juventus Dan AC Milan Buat Membentuk Tim Satelit Read More »

Hadapi Barcelona, Apakah Benfica Sanggup Hentikan Trio Yamal, Raphinha, Dan Lewandowski?

Berita Bola – Duel Benfica vs Barcelona dipastikan akan menarik perhatian para penggemar sepak bola. Kedua tim memiliki kekuatan di berbagai lini, baik itu pertahanan, tengah, maupun penyerangan. Dengan performa yang cukup baik menjelang laga, banyak yang bertanya-tanya, siapa yang akan keluar sebagai pemenang di duel ini? Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 ini akan berlangsung di Estadio da Luz pada Kamis, 6 Maret 2025 dini hari WIB . Barcelona datang dengan skuad yang dipenuhi bintang, termasuk trio menyerang mereka yang terdiri dari Robert Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal. Di sisi lain, Benfica tidak kalah menarik dengan penyerang andalan mereka, Vangelis Pavlidis, yang juga menunjukkan performa cemerlang. Lini tengah menjadi area yang krusial bagi kedua tim. Barcelona memiliki pemain-pemain muda berbakat seperti Gavi dan Pedri, yang memberikan fleksibilitas dan kreativitas. Hansi Flick, pelatih Barcelona, telah menyoroti perbedaan antara Gavi dan pemain lain seperti Dani Olmo, menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Barcelona di lini tengah. Di sisi Benfica, mereka memiliki beberapa pemain kunci seperti Orkun Kokcu yang dapat mempengaruhi permainan. Kekuatan penguasaan bola dan distribusi bola dari lini tengah akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan ini. Apakah Benfica mampu mengimbangi kreativitas dan penguasaan bola Barcelona? Ketika berbicara tentang penyerangan, Barcelona jelas memiliki keunggulan dengan kehadiran Lewandowski yang terkenal tajam dalam mencetak gol. Raphinha dan Yamal juga memberikan ancaman serius bagi pertahanan lawan. Di lain pihak, Benfica memiliki Vangelis Pavlidis yang sedang dalam performa terbaiknya. Dengan catatan 11 gol dalam 10 laga terakhir, Pavlidis menjadi sosok yang patut diperhitungkan. Prediksi menunjukkan bahwa pertandingan ini akan berlangsung ketat, dan terjadi hujan gol seperti pertemuan mereka di League Phase lalu yang berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Barca. Dalam pertandingan ini, kedua tim memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Barcelona dikenal dengan serangan yang tajam, namun pertahanan mereka terkadang terekspos akibat garis pertahanan tinggi yang mereka terapkan. Sementara itu, Benfica harus memastikan pertahanan mereka solid untuk menahan gempuran Barcelona. Tren performa kedua tim juga menunjukkan hasil yang positif. Barcelona berhasil menang dalam beberapa pertandingan terakhir di La Liga dan Liga Champions, sedangkan Benfica juga menunjukkan performa stabil meski harus berjuang lebih keras setelah melewati play-off untuk menyingkirkan AS Monaco. Ini menunjukkan bahwa kedua tim datang dengan semangat juang yang tinggi. Dengan semua faktor yang ada, pertandingan ini dipastikan akan menjadi duel yang seru dan sulit diprediksi. Efektivitas serangan dan soliditas pertahanan akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan ini.

Hadapi Barcelona, Apakah Benfica Sanggup Hentikan Trio Yamal, Raphinha, Dan Lewandowski? Read More »

Apakah Brahim Diaz Bakal Jadi Cadangan Lagi Saat Jude Bellingham Kembali?

Berita Bola – Brahim Diaz menunjukkan performa apik pada dua laga terakhir Real Madrid. Hanya saja, tak ada jaminan bagi pemain 25 tahun akan terus bermain setelah Jude Bellingham balik dari saksi larangan tampil. Real Madrid harus kehilangan Bellingham pada beberapa laga terakhir. Dia tidak masuk dalam susunan pemain saat Madrid kalah 1-2 dari Real Betis pada pekan ke-26 La Liga, akhir pekan lalu. Bellingham juga masih absen ketika Madrid berjumpa Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (5/3) dini hari WIB. Sama seperti di La Liga, pemain asal Inggris juga absen karena sanksi. Nah, ketika Bellingham absen, Brahim Diaz yang jadi pengganti. Dia tampil bagus saat dapat kepercayaan bermain dari pelatih Carlo Ancelotti. Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters. Jude Bellingham tidak akan absen untuk waktu yang lama. Dia bakal segera kembali setelah sanksi akumulasi kartunya berakhir. Nah, setelah itu, apakah Brahim Diaz akan balik ke bangku cadangan? “Tidak pasti apakah saat Bellingham kembali, ia akan kembali ke bangku cadangan,” kata Carlo Ancelotti. Menurut Ancelotti, Brahim Diaz memberikan banyak hal bagi Real Madrid. Bukan hanya lewat gol ke gawang Real Betis dan Atletico Madrid, akan tetapi permainanya secara keseluruhan. “Ia banyak berkontribusi. Ia bukan pemain inti yang tak tergantikan, tetapi ia pemain penting karena ia memanfaatkan setiap menit yang saya berikan kepadanya,” kata pelatih asal Italia tersebut. Brahim Diaz bisa memainkan banyak peran dalam taktik racikan Ancelotti. Dia bisa jadi gelandang serang seperti Bellingham. Selain itu, eks pemain AC Milan itu juga bermain sebagai winger, baik kanan maupun kiri. “Brahim Diaz akan bermain saat saya memainkannya. Saat ia mencetak gol, saya berbicara kepadanya karena Luka Modric akan masuk dan kami ingin membuat perubahan taktis untuk beralih ke pertahanan 4-5-1,” ucap Ancelotti. “Itu untuk memberi tahu Brahim Diaz tentang perubahan ini. Kemudian kami memainkannya kembali di sisi kiri,” sambungnya.

Apakah Brahim Diaz Bakal Jadi Cadangan Lagi Saat Jude Bellingham Kembali? Read More »

Calvin Bassey Dapat Perlakuan Rasis Setelah Kalahkan MU Di Piala FA

Berita Bola – Calvin Bassey, pemain bertahan Fulham, baru-baru ini menjadi sorotan setelah timnya berhasil mengalahkan Manchester United di babak kelima Piala FA pada Minggu, 2 Maret 2025. Namun, kemenangan tersebut ternodai dengan insiden pelecehan rasis dan homofobik yang dialami Bassey di media sosial. Perilaku tersebut menimbulkan kecaman luas, termasuk dari klubnya sendiri, Fulham, yang berkomitmen untuk menindak tegas pelaku. Dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford itu, Bassey mencetak gol pembuka sebelum pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Fulham akhirnya melaju ke perempat final setelah menang dalam adu penalti. Namun, setelah pertandingan, Bassey menghadapi serangan verbal yang sangat tidak pantas di dunia maya. Ini menunjukkan bahwa meski olahraga membawa kebanggaan dan kegembiraan, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, termasuk isu pelecehan rasis. Fulham dengan cepat merespons insiden ini dengan pernyataan resmi yang mengecam tindakan tersebut. Klub menyatakan, “Kami sangat terkejut dengan pelecehan rasis dan homofobik yang diterima Calvin Bassey setelah pertandingan melawan Manchester United. Tindakan ini sangat menjijikkan dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau masyarakat.” Fulham tidak hanya mengutuk tindakan tersebut, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang penuh hormat dan inklusif. Dalam pernyataan resmi mereka, klub menyebutkan, “Kami akan melakukan segala yang mungkin untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mengidentifikasi para pelaku pesan keji ini dan mengambil tindakan yang sesuai terhadap mereka.” “Kami mendukung Calvin Bassey sepenuhnya, dan kami akan terus memberikan dukungan kepada dia,” tambah Fulham. Dalam perkembangan terbaru, salah satu pelaku pelecehan diketahui merupakan seorang penggemar Manchester United asal Indonesia dengan akun Instagram @tghri. Nama lengkapnya disamarkan untuk melindungi privasi. Fulham berencana untuk mengambil langkah hukum terhadap individu-individu yang terlibat dalam pelecehan ini. Tindakan hukum diharapkan dapat memberikan efek jera dan menunjukkan bahwa klub tidak akan mentolerir perilaku diskriminatif dalam bentuk apa pun.

Calvin Bassey Dapat Perlakuan Rasis Setelah Kalahkan MU Di Piala FA Read More »

Kalah Di Santiago Bernabeu, Atletico Madrid Siap Balas Dendam Di Leg Kedua

Berita Bola – Atletico Madrid harus menerima kekalahan 2-1 dari Real Madrid dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu pada 4 Maret 2025. Meski tertinggal, mereka menunjukkan performa yang menjanjikan, terutama di babak kedua dengan penguasaan bola yang dominan. Gol Julian Alvarez di menit ke-32 menjadi bukti bahwa Atletico tetap berbahaya meski dalam tekanan. Pertandingan berjalan sengit sejak awal, dengan Real Madrid unggul cepat lewat Rodrygo sebelum Atletico menyamakan skor. Namun, gol Brahim Diaz di babak kedua memastikan kemenangan tuan rumah, meninggalkan Atletico dengan tugas berat di leg kedua. Peluang-peluang yang terlewat, seperti usaha Rodrigo de Paul, menunjukkan bahwa hasil ini bisa saja berbeda dengan penyelesaian yang lebih baik. Kini, fokus Atletico tertuju pada leg kedua di Metropolitano Stadium. Dengan keunggulan bermain di kandang dan dukungan penuh dari pendukung, tim besutan Diego Simeone optimis bisa membalikkan keadaan. Rivalitas dengan Real Madrid menambah motivasi ekstra untuk membalas kekalahan ini dan melangkah ke perempat final. Setelah tertinggal di awal, Atletico bangkit dengan gol penyama Julian Alvarez pada menit ke-32. Tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti tidak hanya indah, tetapi juga mengubah momentum pertandingan, memberikan semangat baru bagi tim tamu. Sejak itu, mereka menguasai bola dan mendikte permainan. Salah satu momen penting adalah peluang Rodrigo de Paul di menit ke-53, yang nyaris membawa Atletico unggul. Meski tendangannya meleset tipis, ini menunjukkan bahwa mereka mampu menembus pertahanan Real Madrid. Dominasi ini diperkuat dengan perubahan taktik di akhir laga, termasuk formasi 5 bek yang mencoba menutup ruang serangan lawan. Performa babak kedua ini menjadi modal berharga bagi Atletico. Mereka membuktikan bahwa mereka bisa bersaing dengan Real Madrid, dan dengan penyelesaian yang lebih baik, hasil di leg pertama mungkin berbeda. Semangat ini akan dibawa ke leg kedua untuk membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah langkah awal. Leg kedua di Metropolitano Stadium adalah kesempatan emas bagi Atletico untuk membalas dendam. Tertinggal 2-1 bukanlah defisit yang besar, dan dukungan penuh dari pendukung di kandang bisa menjadi faktor penentu. Diego Simeone kemungkinan akan memanfaatkan dominasi penguasaan bola dari leg pertama untuk merancang serangan yang lebih tajam. Pemain seperti Julian Alvarez dan Antoine Griezmann akan menjadi tumpuan untuk menyelesaikan peluang dengan lebih baik. Kegagalan di leg pertama, seperti peluang yang terlewat, harus menjadi pelajaran agar tidak terulang di kandang sendiri. Simeone juga bisa mempertimbangkan taktik agresif sejak awal untuk mengejar ketertinggalan. Atletico memiliki sejarah kuat di kandang dalam laga-laga krusial, dan rivalitas dengan Real Madrid akan memicu semangat juang ekstra. Dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang lebih klinis, mereka berpeluang membalikkan skor agregat dan melaju ke babak berikutnya. Leg kedua akan menjadi pertarungan penuh gairah.

Kalah Di Santiago Bernabeu, Atletico Madrid Siap Balas Dendam Di Leg Kedua Read More »

Rodrygo Dan Brahim Diaz Jadi Bintang Untuk Real Madrid Saat Kalahkan Atletico Di Liga Champions

Berita Bola – Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Atletico Madrid dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 yang digelar di Santiago Bernabeu pada 4 Maret 2025. Gol-gol dari Rodrygo dan Brahim Díaz menjadi penentu hasil, sementara Atletico sempat menyamakan kedudukan lewat aksi Julian Alvarez. Pertandingan ini menunjukkan rivalitas ketat antara kedua tim, dengan Real Madrid kini memegang keunggulan kecil menuju leg kedua. Rodrygo membuka skor pada menit ke-4 dengan memanfaatkan umpan akurat dari Federico Valverde, memberikan keunggulan awal bagi tuan rumah. Namun, Atletico bangkit di menit ke-32 melalui tendangan melengkung indah Julian Alvarez yang mengecoh kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. Ketegangan berlanjut di babak kedua hingga Brahim Diaz mencetak gol kemenangan di menit ke-55, memastikan tiga poin penting bagi Real Madrid. Meski menang, keunggulan 2-1 ini belum menjamin kelolosan Real Madrid ke perempat final. Atletico menunjukkan kemampuan mereka menguasai bola dan menciptakan peluang, terutama di babak kedua, meski gagal memaksimalkannya. Leg kedua di Metropolitano Stadium diprediksi akan menjadi laga yang sengit, mengingat sejarah pertemuan kedua tim yang selalu penuh drama. Rodrygo menjadi bintang di awal laga dengan gol cepatnya pada menit ke-4. Umpan dari Federico Valverde yang presisi membukanya ruang, dan dengan tenang ia menyelesaikan peluang tersebut, mengubah tempo permainan menjadi menguntungkan Real Madrid. Gol ini menegaskan ketajaman Rodrygo sebagai salah satu penyerang muda yang bisa diandalkan. Brahim Diaz, yang menggantikan Jude Bellingham yang absen, juga tampil luar biasa. Golnya pada menit ke-55 adalah hasil dari dribel individu yang memukau, melewati beberapa bek Atletico sebelum melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihentikan Jan Oblak. Penampilan ini tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga membuktikan bahwa Díaz bisa menjadi solusi di saat krisis. Kontribusi kedua pemain ini sangat vital bagi Real Madrid, baik dalam mencetak gol maupun menjaga tekanan pada pertahanan Atletico. Mereka akan menjadi kunci penting di leg kedua, terutama jika Real Madrid ingin mempertahankan keunggulan dan melaju ke babak berikutnya. Performa seperti ini memberikan harapan bagi para pendukung Los Blancos. Kemenangan tipis ini membuat Real Madrid harus tetap waspada di leg kedua. Atletico menunjukkan dominasi penguasaan bola di babak kedua leg pertama, dengan peluang seperti tendangan Rodrigo de Paul di menit ke-53 yang nyaris berbuah gol. Kegagalan Atletico memanfaatkan peluang ini menjadi keuntungan sementara bagi Real Madrid, tetapi juga peringatan akan ancaman di Metropolitano. Laga tandang di kandang Atletico akan menjadi ujian berat, terutama dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah yang dikenal fanatik. Real Madrid perlu memperkuat lini tengah, yang terlihat rapuh tanpa Jude Bellingham, dan mengandalkan pemain seperti Kylian Mbappe serta Vinícius Junior untuk tampil lebih tajam. Strategi bertahan juga harus diperbaiki untuk menghadapi tekanan Atletico. Meski begitu, Real Madrid memiliki peluang besar untuk lolos jika mampu menjaga konsistensi. Sejarah mereka di Liga Champions, dengan rekor tak terkalahkan dalam sembilan laga tandang di fase gugur sejak 2022/2023, menjadi modal berharga. Leg kedua akan menjadi pertarungan taktik dan mental yang menentukan nasib kedua tim.

Rodrygo Dan Brahim Diaz Jadi Bintang Untuk Real Madrid Saat Kalahkan Atletico Di Liga Champions Read More »