Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Tak Cuma Jadon Sancho, AS Roma Juga Berniat Boyong Pemain MU Ini

Berita Bola – Klub Serie A, AS Roma dikabarkan bakal kembali menjalin kerja sama transfer dengan Manchester United. Klub ibukota Italia ini disebut tidak hanya mengejar Jadon Sancho, tapi juga mengincar satu pemain lagi dari Setan Merah. Belakangan ini, Roma memang gencar berkomunikasi dengan MU. Mereka sedang serius membahas transfer Jadon Sancho yang tampaknya akan meninggalkan Old Trafford musim panas ini. Proses transfer Sancho ini sedang berlangsung. Klub Serie A itu sedang mencoba meyakinkan sang winger untuk pindah ke Italia. Namun menurut pakar transfer Fabrizio Romano, manajemen Roma ternyata punya target tambahan dari MU. Siapa lagi pemain yang menarik minat Il Lupi? Sumber menyebutkan bahwa pemain MU yang juga diminati Roma adalah Tyrell Malacia. Tim asuhan Gian Piero Gasperini ini memang sedang mencari opsi bek kiri untuk memperkuat pertahanan mereka. Saat ini, mereka hanya mengandalkan Angelino di posisi tersebut. Malacia dinilai cocok untuk memperkuat lini belakang Roma. Bek asal Belanda ini dianggap bisa memberikan persaingan sehat sekaligus menjadi pilihan rotasi yang andal. Manchester United dikabarkan tidak akan menghalangi kepindahan Malacia. Saat ini, Setan Merah memang kelebihan stok bek kiri dengan lima pemain di posisi tersebut. Pelatih Ruben Amorim juga dikabarkan tidak memasukkan Malacia dalam rencana musim depan. Dengan situasi ini, MU siap melepas bek berusia 24 tahun itu asalkan ada tawaran yang sesuai. Kontrak Malacia di Old Trafford tinggal tersisa dua tahun lagi. MU dikabarkan akan melepasnya dengan harga terjangkau, sekitar 5-8 juta euro. Harga ini dinilai cukup realistis mengingat statusnya yang tidak lagi menjadi pilihan utama.

Tak Cuma Jadon Sancho, AS Roma Juga Berniat Boyong Pemain MU Ini Read More »

Ruben Amorim Sebut Satu Titik Lemah Manchester United Usai Dikalahkan Arsenal Di Old Trafford

Berita Bola – Manchester United mengawali Premier League 2025/2026 dengan catatan buruk. Setan Merah harus tunduk 0-1 dari Arsenal pada laga pembuka yang digelar di Old Trafford, Minggu (17/8/2025). Hasil ini jelas menjadi tamparan keras bagi Ruben Amorim di laga pembuka Liga Inggris musim ini. Dalam pertandingan tersebut, MU tampil cukup percaya diri sejak awal. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat dominasi itu tidak berbuah hasil. Justru sebaliknya, gawang MU yang lebih dulu kebobolan. Arsenal memanfaatkan satu momen bola mati untuk mencetak gol cepat dan berhasil mempertahankannya hingga peluit panjang. Situasi itu membuat permainan MU terlihat antiklimaks meski tampil mendominasi. Gol tunggal Arsenal yang lahir di babak pertama akhirnya jadi penentu. MU berusaha bangkit, namun serangan demi serangan yang dibangun tetap gagal membuahkan hasil. Amorim pun harus menelan kekalahan pertama bersama tim barunya. Riccardo Calafiori muncul sebagai pahlawan Arsenal di Old Trafford. Bek anyar asal Italia itu mencetak gol pada menit ke-13 setelah menyambut umpan sepak pojok. Gol tersebut menyoroti kelemahan MU dalam mengantisipasi skema bola mati. Amorim menyadari betul bahwa hal itu menjadi titik lemah yang berbahaya. Ia menilai MU sebenarnya sudah bermain lebih baik, tapi satu kesalahan kecil cukup untuk mengubah arah pertandingan. Kondisi itu membuat kerja keras sepanjang laga berakhir sia-sia. “Kami pantas mendapatkan lebih dan kami adalah tim yang lebih baik, itu jelas. Akan tetapi pada akhirnya kami kalah,” serunya seperti dilansir The Guardian. “Kami perlu memperbaiki hal-hal yang perlu kami tingkatkan. Kami perlu memoles skema bola-bola mati saat bertahan,” tegas Amorim. Meski harus kalah di depan publik Old Trafford, Ruben Amorim tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia menilai MU sudah tampil sesuai instruksi dan memperlihatkan dominasi permainan. Menurutnya, perkembangan tim sedang berjalan di arah yang benar. Amorim juga menyoroti mentalitas skuadnya. Bermain di bawah tekanan besar, para pemain tetap berpegang pada rencana permainan yang sudah disiapkan. Hal itu disebut sebagai modal berharga untuk perjalanan musim panjang di Premier League. “Kami melakukan banyak hal dengan benar. Ada banyak hal yang perlu kami perbaiki tanpa melihat videonya,” terangnya. “Saya sangat bangga dengan para pemain saya. Kami tetap berpegang pada rencana bahkan ketika stadion terasa menegangkan, kami terus bermain seperti biasa dan itu akan membantu kami di masa depan,” tandas Amorim.

Ruben Amorim Sebut Satu Titik Lemah Manchester United Usai Dikalahkan Arsenal Di Old Trafford Read More »

Dikalahkan Arsenal, Skuad Manchester United Malah Dapat Pujian Dari Ruben Amorim

Berita Bola – Manchester United membuka musim Premier League 2025/2026 dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Bermain di Old Trafford, Setan Merah harus menyerah 0-1 dari Arsenal pada laga yang dipenuhi tensi tinggi. Sejak menit awal, MU tampil penuh percaya diri dengan menguasai jalannya pertandingan. Dukungan ribuan suporter di Old Trafford membuat atmosfer pertandingan semakin panas. Namun, dominasi itu tak membuahkan hasil positif. Arsenal justru berhasil mencuri keunggulan lewat gol cepat Riccardo Calafiori di menit ke-13. Gol tunggal itu cukup untuk memastikan The Gunners pulang dengan tiga poin. Sementara MU harus menerima kenyataan kalah di laga pembuka, meski performanya tetap dipuji sang manajer, Ruben Amorim. Ruben Amorim menegaskan dirinya kecewa dengan hasil, tetapi ia tidak menutup rasa bangganya pada Manchester United. Ia menyebut para pemain berani menghadapi Arsenal sepanjang pertandingan. Dalam wawancara dengan Sky Sports, Amorim menyoroti mentalitas tim yang tidak kendur meski tertinggal sejak awal. Menurutnya, permainan MU terlihat lebih matang jika dibandingkan dengan musim lalu. “Saya sangat bangga dengan para pemain. Mereka sangat berani dalam segala hal yang mereka lakukan selama pertandingan. Selamat atas penampilan mereka,” kata Amorim kepada Sky Sports. Selain mentalitas, Amorim juga memuji konsistensi anak asuhnya dalam mempertahankan filosofi permainan. Meskipun tekanan dari publik Old Trafford begitu besar, MU tetap tampil sesuai dengan gaya yang diinginkan sang pelatih. Ia menilai keberanian untuk melakukan pressing dan duel individu adalah bukti progres yang nyata. Menurutnya, kualitas penguasaan bola MU juga terlihat meningkat di laga ini. “Bahkan ketika stadion mulai bergemuruh, kami tetap bermain dengan cara kami sendiri. Anda selalu merasa dalam pertandingan mereka bisa melakukan sesuatu, tidak hanya dengan bola tetapi juga tanpa bola,” ujar Amorim. “Saya bangga dengan permainan yang kami mainkan. Kami kalah dan masih banyak yang harus diperbaiki. Kami perlu memenangkan pertandingan, tetapi itu sangat berbeda dengan musim lalu,” pungkasnya.

Dikalahkan Arsenal, Skuad Manchester United Malah Dapat Pujian Dari Ruben Amorim Read More »

Banyak Peluang Tapi Tak Bisa Cetak Gol, Bruno Fernandes Soroti Finishing MU Yang Masih Bapuk Setelah Dikalahkan Arsenal

Berita Bola – Manchester United harus mengakui keunggulan Arsenal di Old Trafford dalam laga pekan perdana Premier League 2025/2026, Senin (18/8/2025) dini hari WIB. Gol tunggal Riccardo Calafiori memaksa Setan Merah menyerah 0-1, sekaligus menyoroti kelemahan utama mereka: penyelesaian akhir seperti yang dikatakan kapten Bruno Fernandes. Sejak awal pertandingan, pasukan Ruben Amorim sebenarnya tampil berani. Duet debutan mahal, Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, langsung diberi kesempatan sebagai starter. Keduanya punya peluang emas, namun penampilan impresif David Raya di bawah mistar membuat gawang Arsenal tetap aman. Kesalahan Altay Bayindir di babak pertama justru memberi keuntungan bagi tim tamu. Dari situasi tersebut, Calafiori sukses menanduk bola untuk membuka keunggulan. Gol itu menjadi pukulan telak bagi United yang sudah berusaha menguasai permainan. Amorim mencoba menambah variasi serangan dengan memasukkan Benjamin Sesko di babak kedua. Namun, striker muda asal Slovenia itu tak banyak mendapat ruang untuk mengancam pertahanan rapat The Gunners. Bruno Fernandes, mengakui kegagalan mencetak gol menjadi faktor utama kekalahan. “Kami punya peluang, tapi tidak ada yang berakhir dengan gol. Itulah kekurangan terbesar hari ini,” kata Fernandes seusai laga. “Kami punya harapan besar terhadap apa yang ingin kami lakukan dan capai. Ada hal-hal positif yang bisa dilihat, seperti mencetak gol.” Meski kecewa, Fernandes tetap menekankan pentingnya mengambil sisi positif. Ia menyoroti dukungan fans di Old Trafford yang tetap memberikan semangat. “Reaksi mereka luar biasa. Itu memberi harapan besar untuk apa yang ingin kami capai,” tambahnya. United sesekali terlihat berbahaya lewat akselerasi Amad Diallo dan Patrick Dorgu dari sektor sayap. Namun, tanpa ketajaman di depan gawang, tekanan tersebut tidak bisa diubah menjadi hasil nyata. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Amorim di awal musim. Jika United ingin bersaing di papan atas, efisiensi di lini serang harus segera dibenahi sebelum peluang berikutnya kembali terbuang sia-sia.

Banyak Peluang Tapi Tak Bisa Cetak Gol, Bruno Fernandes Soroti Finishing MU Yang Masih Bapuk Setelah Dikalahkan Arsenal Read More »

Debut Resmi Luka Modric Di AC Milan, Rossoneri Menang Berkat Gol Leao Dan Pulisic

Berita Bola – AC Milan melangkah mantap ke babak 32 besar Coppa Italia setelah menundukkan Bari dengan skor 2-0 dala laga di San Siro, Senin (18/8/2025) dini hari WIB. Rafael Leao membuka keunggulan sebelum Christian Pulisic memastikan kemenangan Rossoneri. Namun, kabar cedera Leao sedikit mencemaskan jelang lanjutan Serie A. Hasil ini memastikan Milan bertemu Lecce di babak berikutnya Coppa Italia pada September nanti. Stefano Pioli kini hanya berharap kabar positif terkait kondisi Leao, yang masih diragukan tampil saat melawan Cremonese di Serie A. Kemenangan atas Bari menjadi sinyal awal bahwa Rossoneri serius memburu prestasi ganda musim ini: bersaing di liga dan berusaha menambah trofi dari ajang domestik. Jalannya Laga : Sejak menit awal, Bari berani tampil menekan. Gabriele Moncini sempat membuat publik tuan rumah terdiam lewat sepakan jarak jauhnya, meski bola akhirnya melebar tipis dari sasaran. Milan baru bisa menguasai permainan setelah itu. Umpan silang Fikayo Tomori sukses disambut Leao dengan sundulan keras untuk membuka skor. Gol ini seakan menjadi pesta awal, namun segera berubah jadi kekhawatiran karena sang bintang harus ditarik keluar akibat masalah betis. Meski kehilangan Leao, Milan tetap mendominasi. Christian Pulisic hampir menggandakan keunggulan sebelum jeda. Satu tendangannya diblok pemain belakang, sementara percobaan lainnya hanya mengenai mistar gawang. Bari mencoba memberi perlawanan melalui Giuseppe Sibilli. Tendangan jarak jauhnya terlihat berbahaya, tetapi Mike Maignan menunjukkan refleks brilian untuk mengamankan gawang. Hanya butuh dua menit babak kedua berjalan, Pulisic akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Bermula dari kerja sama Santiago Gimenez, winger asal Amerika Serikat itu menuntaskan peluang dengan dingin setelah dua percobaan sebelumnya gagal. Gol kedua membuat permainan Milan lebih nyaman. Mereka mampu mengendalikan tempo sekaligus menjaga jarak aman dari tekanan Bari hingga laga berakhir. Sorakan meriah terdengar pada menit ke-65. Dua rekrutan anyar, Luka Modric dan Ardon Jashari, mendapat kesempatan debut di depan lebih dari 65 ribu penonton San Siro. Skor 2-0 untuk keunggulan Milan tetap tak berubah hingga peluit panjang berbunyi. Milan pun menutup laga dengan kemenangan.

Debut Resmi Luka Modric Di AC Milan, Rossoneri Menang Berkat Gol Leao Dan Pulisic Read More »

Inilah Alasan Gol Eberechi Eze Di Laga Chelsea vs Crystal Palace Dianulir Wasit

Berita Bola – Chelsea mengawali perjalanan mereka di Premier League 2025/2026 dengan menjamu Crystal Palace di Stamford Bridge, Minggu (17/8/2025) malam WIB. Sejak menit awal, pertandingan berlangsung intens dengan kedua tim sama-sama tampil agresif di pekan perdana musim ini. Crystal Palace sempat mengejutkan publik tuan rumah ketika Eberechi Eze melepaskan eksekusi tendangan bebas indah. Bola hasil sepakan melengkungnya melewati pagar hidup Chelsea dan menaklukkan Robert Sánchez. Namun, kegembiraan itu hanya sesaat karena gol tersebut dianulir oleh wasit. Keputusan pembatalan sempat menimbulkan tanda tanya, mengingat Eze dikenal sebagai salah satu eksekutor bola mati terbaik di Premier League. Akan tetapi, setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit Darren England memberikan penjelasan resmi mengenai alasan gol itu tidak disahkan. Insiden terjadi pada menit ke-15 saat Palace mendapat tendangan bebas di dekat kotak penalti Chelsea. Eze yang terkenal memiliki teknik tendangan jitu langsung mengambil alih eksekusi. Sepakan kaki kanannya melesat mulus ke gawang tanpa bisa dihalau Sánchez. Namun, VAR yang dipimpin James Bell segera meninjau ulang proses terjadinya gol. Bukan karena offside, melainkan adanya pelanggaran dalam momen tendangan bebas. Marc Guéhi dinilai terlalu dekat dengan pagar hidup Chelsea, dengan jarak kurang dari satu meter, sehingga melanggar aturan IFAB. Mengacu pada Hukum 13 IFAB, tertulis jelas bahwa: “Jika, saat tendangan bebas dilakukan, pemain tim penyerang berjarak kurang dari 1 m (1 yd) dari ‘pagar pemain’ yang dibentuk oleh tiga atau lebih pemain tim bertahan, tendangan bebas tidak langsung diberikan.” Dengan demikian, posisi Guéhi yang terlalu dekat dengan pagar Chelsea menjadi alasan utama pembatalan gol Eze. Premier League juga merilis pernyataan resmi: “Setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan keputusan awal gol untuk Crystal Palace. Setelah peninjauan, pemain tandang nomor enam (Marc Guehi) berjarak kurang dari satu meter dari pagar pemain saat tembakan dilakukan. Oleh karena itu, itu adalah tendangan bebas tidak langsung dan gol dianulir.” Keputusan ini menunjukkan betapa detailnya regulasi sepak bola modern, terutama dengan bantuan teknologi VAR. Meski terasa mengecewakan bagi pihak Palace, aturan tersebut berlaku universal dan mencerminkan konsistensi penerapan hukum permainan di Premier League.

Inilah Alasan Gol Eberechi Eze Di Laga Chelsea vs Crystal Palace Dianulir Wasit Read More »