Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Lionel Messi Dipastikan Starter Lawan Aljazair, Argentina Dapat Suntikan Kekuatan Besar

Berita Bola – Timnas Argentina mendapat kabar menggembirakan menjelang pertandingan pertama Grup J Piala Dunia 2026. Kapten sekaligus bintang utama mereka, Lionel Messi, dipastikan berada dalam kondisi siap tampil sejak menit awal saat menghadapi Aljazair. Kepastian tersebut menjadi angin segar bagi Argentina setelah sebelumnya sempat muncul kekhawatiran mengenai kondisi fisik Messi. Pemain berusia 38 tahun itu diketahui mengalami masalah pada otot kaki sebelum turnamen dimulai. Kini seluruh keraguan mulai menghilang. Messi telah kembali bermain pada laga uji coba terakhir dan siap memimpin Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun lalu. Messi Sudah Pulih dan Siap Bermain Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, kondisi Lionel Messi sempat menjadi perhatian besar. Cedera otot yang dialaminya membuat banyak pihak mempertanyakan kesiapannya tampil di pertandingan pembuka. Namun, Messi berhasil menunjukkan perkembangan positif saat tampil dalam laga pemanasan melawan Islandia. Ia ikut membantu Argentina meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kondisi sang kapten terus membaik. Kini ia dipastikan siap mengawal lini serang Albiceleste saat menghadapi Aljazair. Scaloni Tegaskan Messi Tetap Sangat Penting Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa Messi masih memiliki peran yang sangat besar di dalam tim. Menurutnya, kehadiran sang kapten selalu memberikan pengaruh positif, baik di dalam maupun di luar lapangan. Scaloni juga menilai bukan hanya masyarakat Argentina yang menantikan aksi Messi. Banyak pencinta sepak bola dari berbagai negara ikut berharap dapat kembali menyaksikan sang megabintang bermain di Piala Dunia. Bagi Argentina, pengalaman dan kualitas Messi tetap menjadi aset yang sangat berharga. Ia dinilai mampu memberikan ketenangan sekaligus inspirasi bagi rekan-rekannya saat menghadapi pertandingan besar. Karena alasan tersebut, Scaloni memastikan Messi masih menjadi bagian penting dalam proyek Albiceleste untuk kembali mengejar gelar juara dunia. Rekor Messi Sulit Ditandingi Selama membela Timnas Argentina, Lionel Messi telah mengukir berbagai pencapaian luar biasa. Hingga saat ini, ia sudah mencatatkan 199 penampilan dengan koleksi 117 gol untuk Albiceleste. Kontribusinya juga sangat besar ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya. Kini Messi kembali memimpin Argentina di Piala Dunia 2026 dengan membawa pengalaman yang jauh lebih matang. Kehadirannya masih menjadi ancaman serius bagi setiap lawan. Selain kemampuan mencetak gol, visi bermain dan kreativitas Messi tetap menjadi senjata utama Albiceleste di lini depan. Argentina Berharap Awal yang Sempurna Pertandingan melawan Aljazair menjadi langkah pertama Argentina dalam mempertahankan gelar juara dunia. Kehadiran Messi sejak menit awal tentu meningkatkan rasa percaya diri seluruh pemain. Meski berstatus unggulan, Albiceleste tetap diminta tidak meremehkan kekuatan Aljazair yang datang dengan performa cukup meyakinkan. Fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan akan menjadi kunci untuk mengamankan tiga poin. Dengan kondisi Messi yang kembali bugar, para pendukung Albiceleste berharap sang kapten mampu kembali menunjukkan magisnya di panggung Piala Dunia. Semua mata pun akan tertuju kepada pemain yang terus menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Lionel Messi Dipastikan Starter Lawan Aljazair, Argentina Dapat Suntikan Kekuatan Besar Read More »

Hamza Abdelkarim Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Langsung Dikontrak Barcelona

Berita Bola – Piala Dunia 2026 menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Hamza Abdelkarim. Penyerang muda Timnas Mesir itu menjalani awal turnamen dengan cara yang luar biasa setelah mencatatkan rekor baru sekaligus mendapatkan kepastian mengenai masa depannya di level klub. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Hamza berhasil tampil bersama Timnas Mesir pada laga perdana Grup G melawan Belgia. Kesempatan tersebut langsung mengantarkannya masuk dalam buku sejarah sepak bola negaranya. Tidak berhenti sampai di situ, kebahagiaan Hamza semakin lengkap setelah Barcelona memutuskan untuk mengaktifkan klausul pembelian sang pemain. Awal kariernya di tahun 2026 pun terasa seperti kisah yang datang dari negeri dongeng. Pecahkan Rekor Timnas Mesir Hamza Abdelkarim masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 saat Mesir menghadapi Belgia. Ia menggantikan Mohamed Salah dan langsung mencatatkan sejarah penting bagi sepak bola Mesir. Dengan usia 18 tahun, Hamza resmi menjadi pemain termuda Mesir yang tampil di putaran final Piala Dunia. Catatan itu memecahkan rekor yang telah bertahan sejak Piala Dunia 1934. Rekor sebelumnya dipegang Mostafa Kamel Mansour yang menjalani debut Piala Dunia pada usia 19 tahun. Kini, nama Hamza resmi menggantikan posisi tersebut sebagai pemegang rekor baru. Barcelona Langsung Permanenkan Transfer Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Hamza lebih dulu menerima kabar menggembirakan dari Barcelona. Klub raksasa Spanyol itu memutuskan mengaktifkan opsi pembelian setelah melihat perkembangan sang pemain. Sebelumnya, Hamza memperkuat Barcelona U-19 dengan status pinjaman dari klub Mesir, Ahly. Penampilannya yang konsisten membuat manajemen klub yakin untuk mempertahankannya secara permanen. Barcelona dikabarkan mengeluarkan dana sekitar 1,5 juta euro untuk merekrut sang penyerang muda. Nilai tersebut menjadi bukti bahwa klub melihat potensi besar dalam diri Hamza. Keputusan itu juga diyakini tidak lepas dari penilaian positif pelatih Hansi Flick yang tertarik dengan kualitas pemain muda tersebut. Pelatih Mesir Yakin Hamza Punya Masa Depan Cerah Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, mengaku sudah lama mengikuti perkembangan Hamza Abdelkarim. Menurutnya, sang penyerang memiliki banyak kelebihan yang membuatnya layak mendapat kesempatan di level tertinggi. Ia menilai Hamza memiliki kualitas teknik yang baik, karakter positif, serta kemampuan berkembang yang sangat menjanjikan. Faktor-faktor tersebut membuat tim pelatih yakin memberikan kepercayaan kepadanya. Hossam Hassan juga percaya Hamza akan menjadi salah satu pemain penting bagi Mesir pada masa mendatang. Ia melihat sang pemain memiliki potensi untuk berkembang menjadi penyerang kelas dunia. Kepercayaan dari pelatih menjadi tambahan motivasi bagi Hamza untuk terus menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama The Pharaohs. Awal Karier yang Sulit Dilupakan Dalam waktu yang hampir bersamaan, Hamza berhasil mencapai dua pencapaian besar sekaligus. Ia mencatatkan rekor sebagai pemain termuda Mesir di Piala Dunia dan resmi menjadi pemain Barcelona secara permanen. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras pemain muda mampu membuka jalan menuju level tertinggi sepak bola dunia. Usianya yang masih sangat muda membuat peluang berkembang masih terbuka sangat lebar. Kini para pendukung The Pharaohs berharap Hamza mampu terus berkembang dan menjadi andalan baru tim nasional. Sementara itu, Barcelona juga menantikan kontribusi besar dari salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Mesir.

Hamza Abdelkarim Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Langsung Dikontrak Barcelona Read More »

Top Skor Piala Dunia 2026 Masih Sepi, Gol Bunuh Diri Justru Jadi yang Terbanyak

Berita Bola – Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal, tetapi sudah menghadirkan banyak kejutan. Tidak hanya hasil pertandingan yang menarik perhatian, persaingan dalam daftar pencetak gol sementara juga menghadirkan fakta yang cukup unik. Hingga pertandingan pada Selasa (16/6/2026) pagi WIB, sudah tercipta 46 gol dari 16 pertandingan yang dimainkan. Namun, belum ada satu pemain pun yang benar-benar mendominasi daftar top skor turnamen. Yang paling mengejutkan, jumlah gol bunuh diri justru lebih banyak dibanding torehan gol dari setiap pemain secara individu. Fakta tersebut menjadi salah satu catatan unik di awal perjalanan Piala Dunia 2026. Gol Bunuh Diri Pimpin Daftar Pencetak Gol Sejauh ini sudah ada tiga gol bunuh diri yang terjadi di Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak jika dibandingkan dengan koleksi gol setiap pemain secara individu. Tiga gol bunuh diri itu berasal dari Damian Bobadilla saat membela Paraguay, Miro Muheim dari Swiss, serta Mohamed Hany yang memperkuat Mesir. Catatan tersebut membuat gol bunuh diri untuk sementara menjadi “pencetak gol terbanyak” di turnamen. Situasi seperti ini tentu jarang terjadi dalam sebuah kompetisi sebesar Piala Dunia. Empat Pemain Berbagi Posisi Teratas Sementara itu, persaingan top skor masih sangat terbuka. Empat pemain saat ini sama-sama mengoleksi dua gol dan berbagi posisi teratas. Mereka adalah Kai Havertz dari Jerman, Folarin Balogun dari Amerika Serikat, Yasin Ayari yang memperkuat Swedia, serta Elijah Just dari Selandia Baru. Keempat pemain tersebut memiliki peluang besar untuk menambah koleksi gol pada pertandingan berikutnya. Turnamen yang masih panjang membuat persaingan dipastikan akan semakin menarik. Di bawah mereka, sebanyak 37 pemain telah mencetak masing-masing satu gol sepanjang pertandingan yang sudah berlangsung. Awal Turnamen Dipenuhi Hujan Gol Piala Dunia 2026 juga menghadirkan produktivitas gol yang cukup tinggi. Dari 16 pertandingan yang sudah dimainkan, total 46 gol berhasil tercipta atau hampir tiga gol setiap pertandingan. Laga Jerman melawan Curacao menjadi pertandingan paling produktif sejauh ini setelah menghasilkan delapan gol. Der Panzer berhasil menang telak dengan skor 7-1. Selain itu, Swedia juga tampil tajam ketika mengalahkan Tunisia 5-1. Amerika Serikat pun menunjukkan ketajamannya usai menundukkan Paraguay dengan skor 4-1. Satu-satunya pertandingan yang belum menghasilkan gol hingga kini adalah duel Spanyol melawan Cape Verde yang berakhir imbang tanpa gol. Persaingan Top Skor Masih Terbuka Masih banyak pertandingan yang akan dimainkan sehingga daftar pencetak gol dipastikan akan terus berubah. Delapan pertandingan berikutnya berpotensi melahirkan nama baru di papan atas top skor. Kai Havertz, Folarin Balogun, Yasin Ayari, dan Elijah Just tentu memiliki peluang memperlebar jarak dari para pesaing. Namun pemain-pemain lain juga siap memberikan kejutan pada laga selanjutnya. Menarik untuk dinantikan apakah salah satu pemain mampu segera memimpin daftar top skor sendirian, atau justru jumlah gol bunuh diri kembali bertambah dan tetap menjadi catatan paling unik pada awal Piala Dunia 2026.

Top Skor Piala Dunia 2026 Masih Sepi, Gol Bunuh Diri Justru Jadi yang Terbanyak Read More »

Argentina Diunggulkan Kalahkan Aljazair, Lionel Messi Siap Pimpin Misi Pertahankan Gelar

Berita Bola – Timnas Argentina akan memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Aljazair pada laga pertama Grup J. Duel yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, diprediksi menjadi pertandingan menarik karena mempertemukan juara bertahan dengan salah satu tim paling konsisten dari Afrika. Meski datang sebagai favorit, Argentina tidak ingin menganggap remeh lawannya. Pengalaman pahit saat kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran penting agar tidak lengah sejak awal turnamen. Albiceleste memang memiliki modal yang sangat bagus. Namun Aljazair juga datang dengan performa impresif sehingga pertandingan diperkirakan berlangsung lebih ketat dibanding prediksi banyak orang. Argentina Datang dengan Modal Tujuh Kemenangan Argentina memasuki Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Lionel Scaloni berhasil menyapu bersih tujuh pertandingan terakhir dengan kemenangan. Tidak hanya produktif di lini depan, pertahanan Albiceleste juga tampil sangat solid. Dalam tiga laga terakhir, mereka sukses menjaga gawang tetap bersih saat menghadapi Zambia, Honduras, dan Islandia. Meski demikian, Scaloni mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan catatan tersebut. Ia menilai Aljazair memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan kesulitan sepanjang pertandingan. Aljazair Siap Beri Kejutan Aljazair juga datang dengan bekal yang tidak kalah meyakinkan. Dalam empat pertandingan terakhir, The Greens mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Lini belakang mereka juga tampil kokoh dengan membukukan empat clean sheet secara beruntun. Sementara di lini depan, produktivitas tim terlihat dari torehan 12 gol dalam empat pertandingan tersebut. Pelatih Vladimir Petkovic memahami timnya akan menghadapi salah satu kandidat kuat juara. Namun ia tetap percaya bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi di Piala Dunia. Ia berharap para pemain mampu bekerja keras dan tampil disiplin agar bisa menciptakan kejutan pada laga pembuka grup. Lionel Messi Jadi Andalan Albiceleste Argentina kembali mengandalkan Lionel Messi sebagai pemimpin di lapangan. Kapten Albiceleste itu diperkirakan akan berduet dengan Lautaro Martinez untuk membongkar pertahanan Aljazair. Selain Messi, Argentina juga memiliki sejumlah pemain yang sedang berada dalam performa terbaik seperti Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Emiliano Martinez. Di kubu lawan, Aljazair tetap mengandalkan pengalaman Riyad Mahrez sebagai motor serangan. Kehadiran Amine Gouiri dan Mohamed Amoura juga menjadi ancaman yang wajib diwaspadai lini belakang Argentina. Pertarungan lini depan kedua tim diperkirakan menjadi salah satu penentu hasil pertandingan nanti. Argentina Lebih Dijagokan Menang Berdasarkan berbagai prediksi, Argentina lebih difavoritkan untuk meraih tiga poin pada pertandingan ini. Performa konsisten dan kualitas skuad membuat Albiceleste berada di atas angin dibanding lawannya. Meski demikian, Aljazair memiliki organisasi permainan yang solid dan pertahanan yang sulit ditembus. Hal itu membuat pertandingan diperkirakan tidak akan berjalan mudah bagi juara bertahan. Apabila mampu menjaga fokus sejak menit pertama, Albiceleste memiliki peluang besar membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan. Namun Aljazair tetap berpotensi memberikan kejutan apabila berhasil memanfaatkan setiap peluang yang didapat sepanjang pertandingan.

Argentina Diunggulkan Kalahkan Aljazair, Lionel Messi Siap Pimpin Misi Pertahankan Gelar Read More »

Mehdi Torabi Terancam Absen Bela Iran, Visa AS Habis di Tengah Piala Dunia 2026

Berita Bola – Timnas Iran menghadapi persoalan serius di tengah perjuangannya pada Piala Dunia 2026. Bukan karena cedera pemain atau hasil pertandingan, melainkan masalah administrasi yang mengancam kekuatan skuad untuk sisa laga fase grup. Gelandang Iran, Mehdi Torabi, terancam tidak bisa kembali bermain setelah visa masuk ke Amerika Serikat yang dimilikinya berakhir usai pertandingan pertama melawan Selandia Baru. Situasi tersebut membuat peluangnya tampil pada dua laga berikutnya menjadi tanda tanya besar. Masalah ini menjadi sorotan karena seluruh pertandingan Iran di fase grup berlangsung di Amerika Serikat. Jika visa baru tidak segera diterbitkan, Torabi dipastikan tidak dapat bergabung dengan rekan-rekannya untuk melanjutkan turnamen. Visa Torabi Berakhir Setelah Laga Perdana Mehdi Torabi masuk dalam skuad Iran saat menghadapi Selandia Baru pada laga pertama Grup G. Meski hanya berada di bangku cadangan, kehadirannya tetap menjadi bagian penting dari rencana tim. Namun setelah pertandingan tersebut selesai, visa kunjungan Torabi ke Amerika Serikat dilaporkan telah habis masa berlakunya. Kondisi itu membuatnya tidak dapat kembali memasuki wilayah Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan selanjutnya. Situasi tersebut menjadi pukulan bagi Tim Melli yang masih memiliki dua laga penting menghadapi Belgia dan Mesir dalam perebutan tiket ke babak berikutnya. Iran Harus Bolak-Balik dari Meksiko Selama mengikuti Piala Dunia 2026, seluruh pemain dan staf Timnas Iran tidak diizinkan menetap di Amerika Serikat. Mereka menggunakan Tijuana, Meksiko, sebagai markas utama sepanjang turnamen. Setiap akan menjalani pertandingan, rombongan Iran harus melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat. Setelah pertandingan selesai, mereka kembali lagi ke Meksiko. Kondisi tersebut terjadi karena kebijakan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat terkait hubungan geopolitik dengan Iran. Walaupun situasi kedua negara mulai membaik, aturan perjalanan masih tetap berlaku. Akibat aturan itu, persoalan administrasi menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi Iran di luar persaingan di lapangan. Federasi Iran Berusaha Cari Solusi Federasi Sepak Bola Iran masih terus berupaya mendapatkan visa baru agar Torabi dapat kembali bergabung dengan Tim Melli. Kehadiran gelandang tersebut dinilai penting untuk menambah pilihan di lini tengah. Masalahnya, Torabi hanya memperoleh visa dengan izin satu kali masuk ke Amerika Serikat. Setelah keluar menuju Meksiko, izin tersebut otomatis tidak lagi berlaku. Iran juga menghadapi kesulitan apabila ingin mengganti Torabi dengan pemain lain. Proses administrasi dan aturan yang berlaku membuat pergantian pemain tidak mudah dilakukan. Situasi ini membuat tim pelatih berharap proses pengurusan visa dapat selesai sebelum pertandingan berikutnya dimulai. Pemain Iran Soroti Ketidakadilan Permasalahan yang dialami Torabi memunculkan perhatian dari para pemain Iran. Mereka menilai situasi tersebut memberikan tantangan yang tidak dialami oleh sebagian besar peserta lain di Piala Dunia 2026. Striker Mehdi Taremi mengungkapkan bahwa kondisi seperti ini membuat persaingan terasa kurang seimbang. Menurutnya, faktor di luar lapangan ikut memengaruhi kesiapan tim menghadapi pertandingan. Kini seluruh harapan Iran tertuju pada proses pengurusan visa Torabi. Apabila izin masuk baru berhasil diperoleh tepat waktu, Tim Melli masih memiliki kesempatan tampil dengan kekuatan terbaik dalam dua laga penentuan fase grup.

Mehdi Torabi Terancam Absen Bela Iran, Visa AS Habis di Tengah Piala Dunia 2026 Read More »

Kylian Mbappe Tegaskan Tak Berminat Jadi Presiden Prancis, Pilih Fokus Bangun Bisnis

Berita Bola – Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan di tengah perjuangannya bersama Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026. Kali ini perhatian publik bukan karena aksinya di lapangan, melainkan jawaban menarik mengenai rencana hidupnya setelah pensiun sebagai pesepakbola. Sebagai salah satu pemain paling populer di dunia, Mbappe kerap dikaitkan dengan berbagai profesi yang mungkin dijalaninya di masa depan. Salah satu spekulasi yang cukup sering muncul adalah peluangnya terjun ke dunia politik hingga menjadi Presiden Prancis. Namun, penyerang Les Bleus itu langsung menepis anggapan tersebut. Ia memastikan bahwa dunia politik bukan bagian dari rencana hidupnya setelah mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional. Mbappe Lebih Tertarik Menjadi Pengusaha Mbappe mengungkapkan bahwa dirinya memiliki banyak pilihan setelah gantung sepatu. Salah satu yang paling menarik baginya adalah mengembangkan berbagai usaha yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, bisnis yang dimilikinya berkembang dengan sangat baik. Karena itu, ia melihat dunia usaha sebagai salah satu jalan yang paling mungkin ditempuh ketika tidak lagi bermain sepak bola. Pemain berusia 27 tahun tersebut juga merasa masa depannya masih terbuka lebar. Ia tidak menutup kemungkinan memiliki ambisi besar, tetapi ambisi itu bukan berkaitan dengan jabatan politik. Politik Bukan Bagian dari Rencananya Meski beberapa kali menyampaikan pandangan mengenai isu politik di Prancis, Mbappe menegaskan hal itu tidak berarti dirinya ingin terjun langsung ke dunia politik. Penyerang Real Madrid tersebut mengaku sama sekali tidak memiliki rencana untuk menjadi Presiden Prancis. Ia bahkan menyampaikan hal itu dengan nada santai sambil menepis berbagai spekulasi yang terus berkembang. Mbappe juga mengisyaratkan bahwa dirinya sudah cukup sering menerima kritik dari berbagai pihak. Karena itu, ia merasa tidak perlu menambah tekanan dengan memasuki dunia politik. Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri berbagai dugaan mengenai masa depan kariernya di luar lapangan. Fokus utamanya tetap berada pada dunia sepak bola dan bisnis. Tetap Jadi Sorotan di Dalam dan Luar Lapangan Popularitas Mbappe memang membuat setiap ucapannya selalu menarik perhatian publik. Selain tampil sebagai andalan Les Bleus, ia juga dikenal aktif memberikan pandangan terhadap beberapa isu yang berkembang di negaranya. Hal itulah yang membuat sebagian orang menganggap dirinya memiliki peluang besar untuk meniti karier di bidang politik. Namun, Mbappe kembali menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan rencananya. Di sisi lain, beberapa penggemar sempat melontarkan kritik yang mengaitkan pengaruh besar Mbappe di tim nasional dengan berbagai keputusan internal. Meski begitu, pemain berusia 27 tahun itu memilih tidak terlalu mempermasalahkan berbagai komentar tersebut. Ia lebih memilih tetap fokus memberikan kontribusi terbaik bersama Les Bleus selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Fokus Bawa Prancis Raih Gelar Juara Untuk saat ini, seluruh perhatian Mbappe tertuju pada target membawa Prancis kembali menjadi juara dunia. Turnamen Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan besar bagi Les Bleus untuk menambah koleksi gelar mereka. Di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depan, Mbappe memastikan dirinya belum memikirkan kehidupan setelah pensiun secara mendalam. Prioritas utamanya tetap tampil maksimal di setiap pertandingan. Dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki, Mbappe masih menjadi salah satu pemain paling diandalkan Prancis. Sementara urusan politik maupun profesi lain akan menunggu hingga karier sepak bolanya benar-benar berakhir.

Kylian Mbappe Tegaskan Tak Berminat Jadi Presiden Prancis, Pilih Fokus Bangun Bisnis Read More »