Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Direktur Fiorentina Marah Terkait Keputusan VAR : Skandal! Tapi Jika Ada Yang Salah, Itu Saya, Bukan Pioli!

Berita Bola – Direktur Fiorentina, Daniele Prade, meluapkan amarahnya terkait keputusan VAR yang kontroversial. Ia menganggap penalti untuk AC Milan yang berujung kekalahan timnya adalah sebuah skandal. Kekalahan 2-1 di San Siro tersebut terasa sangat menyakitkan bagi kubu La Viola. Terutama karena gol penentu kemenangan lawan lahir dari insiden yang sangat diperdebatkan. Meski begitu, di tengah kemarahannya pada ofisial pertandingan, Prade justru menunjukkan sikap ksatria. Ia sepenuhnya pasang badan untuk sang pelatih, Stefano Pioli, dari segala kritik. Prade bahkan menegaskan bahwa dirinyalah yang paling bertanggung jawab atas situasi sulit yang dialami Fiorentina saat ini. Ia siap menanggung semua konsekuensinya. Daniele Prade menilai insiden penalti yang diberikan kepada Milan adalah titik balik yang merugikan. Menurutnya, kontak yang terjadi antara Fabiano Parisi dan Santiago Gimenez sangat minimal. Ia secara terbuka mengkritik kinerja VAR yang memanggil wasit Livio Marinelli untuk meninjau ulang insiden tersebut. Prade merasa wasit di lapangan tidak memiliki keberanian untuk mempertahankan keputusan awalnya. “Saya pikir jika VAR perlu memanggil kembali wasit untuk kesalahan yang jelas dan nyata, maka ini adalah kesalahan besar dari VAR,” ujar Prade kepada DAZN Italia. “Saya bahkan tidak bisa menggambarkan perasaan kami saat ini, ini adalah insiden yang mengubah satu musim penuh. Ini skandal,” tegasnya. Lebih lanjut, Prade merasa Fiorentina tidak pantas pulang dengan tangan hampa. Ia melihat para pemainnya telah menunjukkan perjuangan dan keberanian sepanjang laga. Ia juga menyayangkan insiden lain yang luput dari perhatian, yakni pelanggaran terhadap Ranieri. Akibat pelanggaran itu, timnya harus bermain dengan sepuluh orang saat Milan mencetak gol. “Fiorentina bermain dengan berani dan tidak pantas kalah dengan cara seperti ini, dengan seorang pemain berguling-guling di lantai,” ungkap Prade. “Ada pelanggaran sebelumnya pada Ranieri yang bisa saja kartu merah, dia sedang dirawat di luar saat mereka mencetak gol dan karena itu kami bermain dengan 10 orang,” lanjutnya. Di tengah performa tim yang belum stabil, muncul protes dari kelompok suporter yang ditujukan kepadanya. Prade pun secara terbuka mengakui bahwa strategi transfer dan kondisi tim adalah tanggung jawabnya. Ia dengan tegas melindungi Stefano Pioli dari segala tudingan. Menurutnya, jika ada satu orang yang harus disalahkan atas rentetan hasil buruk, orang itu adalah dirinya sendiri. “Jika ada yang bisa membawa kita keluar dari situasi ini, itu adalah Stefano Pioli. Sisanya adalah kesalahan saya,” kata Prade. “Protes dari para penggemar ditujukan kepada saya, dan itu karena klub meletakkan strategi di tangan saya. Jika ada yang harus disalahkan atas situasi saat ini, itu adalah saya,” imbuhnya. Prade sadar ada banyak faktor yang membuat musim ini berjalan sulit, termasuk kondisi stadion dan jadwal padat. Namun, ia kembali menegaskan kepercayaannya pada sang Allenatore. Ia meminta semua pihak di klub untuk fokus pada pekerjaan masing-masing dan membiarkan Pioli bekerja dengan tenang. Baginya, Pioli adalah satu-satunya sosok yang tepat untuk menangani Fiorentina. “Saya merasa kasihan pada para penggemar, pada Presiden, dan pelatih. Jika ada orang yang harus dipecat atau mengundurkan diri, itu adalah saya,” tuturnya. “Yang lain hanya perlu fokus pada pekerjaan mereka dan menyadari potensi yang ada untuk menjadi tim yang hebat. Kami terus bersikeras bahwa hanya ada satu orang untuk pekerjaan ini dan itu adalah Stefano Pioli,” tutupnya.

Direktur Fiorentina Marah Terkait Keputusan VAR : Skandal! Tapi Jika Ada Yang Salah, Itu Saya, Bukan Pioli! Read More »

Jelang El Clasico Melawan Barcelona, Real Madrid Tengah Membangun Kepercayaan Diri

Berita Bola – Real Madrid harus bersabar hingga menit ke-80 untuk mengunci kemenangan 1-0 atas tuan rumah Getafe dalam laga pertama mereka di La Liga usai jeda internasional. Kemenangan tipis ini diraih berkat gol Kylian Mbappe, yang menjadi penyelamat Los Blancos di pertandingan yang berlangsung keras dan penuh ketegangan. Di Coliseum, Getafe bermain disiplin dengan formasi lima bek dan melakukan 27 pelanggaran sepanjang laga. Tekanan Real Madrid hampir tak membuahkan hasil sepanjang babak pertama dan sebagian besar babak kedua. Namun, akhir laga yang kacau justru menjadi berkah bagi tim tamu. Situasi berubah drastis setelah Allan Nyom menerima kartu merah, memberi peluang bagi Arda Guler dan Mbappe berkolaborasi untuk mencetak gol penentu kemenangan. Getafe bahkan harus menuntaskan pertandingan dengan sembilan pemain setelah ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Kemenangan ini sekaligus mempertahankan posisi Real Madrid di puncak klasemen La Liga, tepat sebelum El Clasico pertama kontra Barcelona musim ini, yang akan digelar pekan depan. Thibaut Courtois menjadi pahlawan tanpa banyak beraksi, melakukan penyelamatan krusial di injury time untuk menjaga keunggulan satu gol. Sementara itu, duet bek tengah Eder Militao dan David Alaba tampil stabil. Militao menunjukkan performa all-around yang konsisten, sedangkan Alaba berhasil memaksa David Soria melakukan penyelamatan penting lewat tendangan bebas sebelum ditarik di babak pertama karena kelebihan beban. Di sektor sayap, Federico Valverde belum menunjukkan performa terbaiknya. Beberapa operan yang meleset dan posisi yang tidak nyaman membuat permainan Uruguay ini kurang maksimal. Alvaro Carreras di sisi kiri juga bermain relatif tenang, hanya satu kali melakukan kesalahan penting dalam situasi bola mati. Di lini tengah, Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga menjadi motor permainan. Tchouameni terlihat berada di mana-mana dan hanya mendapat kartu kuning di injury time. Camavinga melakukan beberapa tekel penting untuk menghentikan serangan balik Getafe, membantu menjaga pertahanan Madrid tetap solid. Jude Bellingham menampilkan performa terbaiknya sejak kembali dari cedera, menciptakan peluang terbanyak dan memenangkan duel terbanyak di lapangan. Sementara Rodrygo sempat mengecewakan Mbappe dalam beberapa peluang di babak pertama, tapi pergerakannya membaik setelah pindah ke sayap kanan pada babak kedua. Mbappe menjadi ancaman utama setiap kali menguasai bola. Gol penentu kemenangan menegaskan kualitasnya, sekaligus menegaskan ambisinya untuk meraih Ballon d’Or 2026. Pemain pengganti seperti Arda Guler juga memberikan kontribusi signifikan, menjadi bagian dari kerja sama yang menghasilkan gol kemenangan. Franco Mastantuono, yang bermain sebagai sayap kanan, kesulitan menembus pertahanan rendah Getafe. Beberapa sentuhan berat, keputusan yang kurang tepat, dan pelanggaran yang tidak perlu menjadi catatan kurang bagus bagi remaja ini. Kemenangan tipis ini membuat Real Madrid tetap di puncak klasemen La Liga, memberikan momentum penting menjelang duel klasik melawan Barcelona minggu depan. Tim asuhan Xabi Alonso menunjukkan ketahanan mental dan kemampuan mengeksekusi peluang di saat krusial meski menghadapi tekanan keras dari lawan. Perubahan strategi melalui pergantian pemain terbukti efektif. Masuknya Raal Asencio, Vinicius Junior, dan Arda Guler membantu menambah energi serta kreativitas di lini serang, memastikan Madrid tetap dominan di babak akhir. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal membangun kepercayaan diri jelang El Clasico. Dengan Mbappe, Bellingham, dan Camavinga dalam performa terbaik, Los Blancos siap menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat berapi-api.

Jelang El Clasico Melawan Barcelona, Real Madrid Tengah Membangun Kepercayaan Diri Read More »

Mikel Arteta Berharap Viktor Gyokeres Bisa Kembali Cetak Gol Untuk Arsenal

Berita Bola – Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 atas Fulham pada Sabtu malam, lewat gol tunggal Leandro Trossard di menit ke-60. Namun, sorotan utama justru tertuju pada Viktor Gyokeres yang kembali gagal mencetak gol meski mendapat beberapa peluang di Craven Cottage. Striker asal Swedia itu belum menambah pundi-pundi golnya sejak kemenangan 3-0 atas Nottingham Forest bulan lalu. Hasil ini memperpanjang catatan mandul Gyokeres menjadi tujuh laga tanpa gol di level klub, atau sembilan pertandingan jika termasuk dua penampilannya bersama timnas Swedia. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui bahwa tim sangat berharap Gyokeres bisa segera mencetak gol. “Ia sangat dekat hari ini, dua atau tiga kali. Kami semua seakan memohon agar ia mencetak gol. Kerja kerasnya untuk tim luar biasa, jadi kami mencoba memberinya dukungan dan kasih sayang, dan gol itu akan datang,” kata Arteta usai laga. Gyokeres direkrut Arsenal musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai 60 juta pounds setelah tampil sensasional di Sporting, mencetak 39 gol dan membawa klub Portugal itu meraih gelar liga. Ekspektasi tinggi pun mengiringi kepindahannya ke London. Namun, hingga kini pemain berusia 27 tahun itu baru mencetak tiga gol dari delapan laga Premier League. Dua di antaranya lahir pada kemenangan telak 5-0 atas Leeds di Emirates, sementara satu gol lainnya datang saat menghadapi Nottingham Forest. Melawan Fulham, Gyokeres kembali gagal memanfaatkan tiga peluang emas yang didapatnya. Meski demikian, Arteta menilai kontribusi sang striker tetap penting bagi tim. “Kerja kerasnya luar biasa. Ia memberi energi dan ruang bagi rekan-rekannya. Golnya akan datang, saya tidak ragu,” ujar pelatih asal Spanyol itu. Arteta menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak khawatir dengan performa Gyokeres yang belum stabil di awal musim ini. Sebelum merekrut sang penyerang, Arteta mengaku sudah membicarakan kemungkinan masa-masa sulit seperti ini. “Ia menatap layar dan hanya berkata: ‘Tidak apa-apa.’ Tidak ada emosi, hanya fokus pada tujuan tunggalnya,” ungkap Arteta tentang percakapan mereka di musim panas lalu. “Itulah hal yang saya sukai darinya. Ia punya mentalitas luar biasa, tidak mudah goyah.” Dengan semangat kerja keras dan ketenangan mental seperti itu, Arteta yakin Gyokeres akan segera menemukan ketajamannya kembali. Arsenal sendiri kini bersiap menghadapi laga berikutnya dengan kepercayaan penuh bahwa sang striker hanya butuh satu gol untuk mengembalikan ritme terbaiknya.

Mikel Arteta Berharap Viktor Gyokeres Bisa Kembali Cetak Gol Untuk Arsenal Read More »

Penjelasan Antonio Conte Terkait Hojlund Dan McTominay Yang Absen Saat Napoli Kalah Dari Torino

Berita Bola – Pelatih Napoli, Antonio Conte, akhirnya membeberkan alasan di balik absennya dua bintang utama, Rasmus Hojlund dan Scott McTominay, dalam kekalahan 0-1 dari Torino. Kedua mantan pemain Manchester United itu tidak masuk dalam daftar pemain pada laga Serie A yang berakhir dengan gol tunggal Giovanni Simeone di babak pertama. Ketiadaan mereka terasa jelas di lini depan dan tengah Napoli. Hojlund, yang tampil tajam sejak dipinjam dari Manchester United, biasanya menjadi andalan utama di lini serang. Sementara McTominay belakangan tampil konsisten sebagai gelandang box-to-box di bawah sistem Conte. Namun kali ini, Conte memilih untuk tidak mengambil risiko. “Mereka ikut dengan kami karena memang ingin bermain. Tapi pada Kamis, McTominay mengalami cedera dan perlu enam jahitan di pergelangan kakinya.” “Kami sempat mencobanya kemarin, tapi dia lebih memilih tidak mengambil risiko. Saya tidak bisa memaksa siapa pun,” ujar Conte selepas pertandingan. Sementara McTominay harus menepi karena cedera, kondisi Hojlund ternyata tak jauh berbeda. Striker asal Denmark itu disebut datang dalam keadaan kelelahan setelah menjalani laga internasional. “Rasmus datang sangat lelah dari tim nasional. Ia tidak bermain, lalu tiba-tiba bermain setiap pertandingan melawan kami dan melawan Denmark,” jelas Conte. Menurut sang pelatih, Hojlund juga mengalami sedikit masalah pada otot paha bagian depan (quadriceps). “Ia mengalami sedikit ketegangan. Dalam situasi di mana kami bermain tiap tiga hari, bahkan masalah kecil bisa menjadi besar. Tidak ada gunanya memaksakan,” tegasnya. Conte menambahkan dengan pepatah khasnya: “Di rumah saya, kami selalu berkata, kuda yang sehat lebih baik daripada yang pincang.” Kalimat itu menggambarkan pendekatan realistis Conte dalam mengelola fisik para pemainnya di tengah jadwal padat Serie A dan kompetisi Eropa. Kekalahan dari Torino menjadi yang kedua bagi Napoli di musim 2025/2026. Hasil itu membuat sang juara bertahan turun ke posisi kedua klasemen sementara Serie A. Napoli masih memiliki poin yang sama dengan Inter Milan,15 poin dari tujuh laga. Inter unggul hanya lewat selisih gol usai menang tipis 1-0 atas Roma di pertandingan lain. Meski terpeleset, Napoli tetap dipandang solid di bawah asuhan Conte. Hojlund telah mencetak empat gol dalam enam pertandingan di semua kompetisi sejak bergabung dari Manchester United, sementara McTominay menjadi bagian penting dari keseimbangan lini tengah. Conte pun diyakini akan segera mengembalikan keduanya ke skuad utama begitu kondisi mereka pulih. Dengan jadwal padat menanti, termasuk pertandingan Eropa pekan depan, keputusan Conte untuk menahan diri kali ini bisa jadi langkah bijak demi menjaga momentum Napoli dalam jangka panjang.

Penjelasan Antonio Conte Terkait Hojlund Dan McTominay Yang Absen Saat Napoli Kalah Dari Torino Read More »

Hansi Flick Sudah 8 Kali Ganti Pemain Di Babak Pertama, Ada Apa Dengan Barcelona?

Berita Bola – Perjalanan musim 2025/26 Barcelona di bawah komando Hansi Flick belum menunjukkan kelancaran yang diharapkan. Deretan cedera yang menimpa sejumlah pilar utama membuat skuad kesulitan mencari irama dan stabilitas dalam penampilan. Namun kini, muncul satu kebiasaan baru dari pelatih Jerman tersebut yang mulai menarik perhatian: penggantian pemain yang dilakukan saat babak pertama. Saat meraih kemenangan tipis 2-1 dari Girona pekan lalu, Flick kembali melakukan rotasi di waktu istirahat dengan menarik Toni Fernandez dan menurunkan Fermin Lopez. Meski terlihat seperti keputusan taktis standar, nyatanya pola ini telah terjadi berulang kali. Data mencatat Flick sudah melakukan penggantian di paruh awal pertandingan dalam delapan dari sembilan laga La Liga musim ini, angka yang sangat berbeda dengan musim lalu ketika hal serupa hanya terjadi 13 kali sepanjang 38 pertandingan. Keputusan-keputusan cepat di ruang ganti kini telah menjadi ciri khas Barcelona di bawah kepemimpinan Flick. Rotasi kilat ini memantik diskusi: apakah Flick tengah memamerkan kepiawaian taktik yang fleksibel, ataukah justru mencerminkan keraguan dalam menentukan sebelas pemain terbaik? Ketika dikonfirmasi pascalaga melawan Girona, sang pelatih memberikan respons yang cukup hati-hati. “Seluruh keputusan diambil berdasarkan dinamika pertandingan. Tidak ada patokan baku,” tuturnya. Sejumlah pergantian memang terlihat didorong oleh urgensi situasi. Di beberapa laga, Barcelona gagal mendominasi sejak kick-off, memaksa Flick segera mengambil langkah, entah dengan memodifikasi formasi atau memasukkan tenaga segar. Namun, ada juga momen ketika perubahan dilakukan meski tim sudah dalam posisi aman, seperti saat menghadapi Getafe dengan keunggulan 2-0. Ini menunjukkan bahwa tindakan Flick tidak sepenuhnya reaktif terhadap krisis, melainkan kadang bersifat antisipasi demi mempertahankan kendali permainan. Meski begitu, tingginya frekuensi pergantian juga mengindikasikan bahwa pelatih itu masih berburu komposisi terbaik di tengah skuad yang dilanda masalah fisik pemain. Musim ini jelas menjadi tantangan terbesar bagi kemampuan adaptasi Flick di Camp Nou. Sepanjang periode yang sama musim lalu, dia hanya satu kali melakukan penggantian di paruh pertama. Kini, dari 11 laga resmi di seluruh kompetisi, delapan sudah diwarnai perubahan susunan pemain saat turun minum. Ironinya, satu-satunya laga tanpa rotasi di babak pertama adalah kontra Rayo Vallecano di pekan ketiga, yang justru menjadi salah satu penampilan paling solid tim sejauh ini. Apakah kebiasaan ini menggambarkan kecerdasan taktis ataukah kebingungan dalam mengarahkan permainan, masih menjadi tanda tanya besar. Namun yang pasti: di bawah Hansi Flick, Barcelona kini menjadi tim yang sulit diprediksi, tidak hanya bagi lawan, tetapi juga oleh para suporternya sendiri.

Hansi Flick Sudah 8 Kali Ganti Pemain Di Babak Pertama, Ada Apa Dengan Barcelona? Read More »

Upaya Barcelona Supaya Hansi Flick Dapat Dampingi Tim Di Laga El Clasico

Berita Bola – Barcelona dilaporkan bakal mengupayakan banding terkait kartu merah yang diterima Hansi Flick dalam pertandingan melawan Girona pekan lalu. Sang pelatih asal Jerman diganjar dua peringatan berturut-turut menjelang akhir laga, kejadian yang memantik sejumlah kontroversi. Akibat pengusiran tersebut, Flick dipastikan tak bisa mendampingi timnya dari tepi lapangan ketika Barcelona berhadapan dengan Real Madrid di El Clasico akhir pekan mendatang. Bagi kubu Blaugrana, ketiadaan pelatih kepala pada partai besar seperti itu jelas merupakan kerugian signifikan, apalagi peran Flick di pinggir lapangan dianggap krusial dalam memberikan dorongan mental dan panduan strategi. Berdasarkan keterangan RAC1, Barcelona berencana menyerahkan permohonan banding kepada Komite Kompetisi. Harapannya, sanksi tersebut dapat dicabut sehingga Flick diizinkan kembali ke zona teknis pada laga paling prestisius di kompetisi La Liga itu. Kejadian yang berujung pengusiran Flick berlangsung di penghujung pertandingan. Peringatan pertama diperoleh setelah dia bertepuk tangan dengan nada sinisme terhadap keputusan ofisial lapangan. Beberapa saat berikutnya, pelatih itu kembali diganjar kartu kuning lantaran mengajukan protes keras soal injury time yang hanya empat menit, waktu yang dinilai kurang memadai mengingat banyaknya gangguan dan rotasi pemain. Pihak Barcelona berkeyakinan respons Flick seharusnya tidak berakhir pada peringatan kedua. Mereka berharap panel disiplin mau menimbang situasi menyeluruh ketika memutuskan perkara ini. “Hansi semata-mata menyampaikan keberatannya terhadap putusan yang dipandang kurang tepat, bukan melakukan tindakan kasar atau sikap tidak sopan,” demikian kutipan dari dokumen internal klub yang dirilis RAC1. Flick tampak kalem saat berjalan keluar dari zona teknis dan memilih menyaksikan sisa laga dari bangku penonton. Meski begitu, raut wajahnya memperlihatkan rasa kecewa terhadap keputusan yang dianggap tidak proporsional oleh sejumlah kalangan di tubuh klub. Pengajuan banding ini menjadi upaya krusial mengingat magnitud pertandingan yang menanti Barcelona di akhir pekan depan. El Clasico menghadapi Real Madrid akan jadi ujian monumental bagi Flick di musim perdananya di Camp Nou, khususnya karena hasil laga tersebut berpotensi menentukan posisi di puncak klasemen. Apabila upaya banding tidak berhasil, tanggung jawab di sisi lapangan akan dialihkan kepada asisten pelatih Marcus Sorg. Namun demikian, terdapat kemungkinan eks pemain Barcelona, Thiago Alcantara, yang kini bergabung dalam staf kepelatihan, bakal ikut mengambil peran dari area teknis. Barcelona saat ini tengah menanti putusan final dari Komite Kompetisi. Optimisme tinggi di kubu klub bahwa argumentasi yang diajukan cukup solid untuk menganulir kartu kuning kedua Flick dan menjamin kehadirannya memimpin langsung dalam duel panas melawan Real Madrid.

Upaya Barcelona Supaya Hansi Flick Dapat Dampingi Tim Di Laga El Clasico Read More »